Pengertian Kapasitor Bank beserta fungsinya

Pengertian Kapasitor Bank beserta fungsinya

Untuk dunia listrik mungkin tidak awam dengan kata kapasitor bank yang sering dipasang pada industri atau pabrik - pabrik sekarang ini, industri sekarang semakin maju dan banyak sekali menggunakan electro motor sebagai penggerak sebuah mesin untuk memproses atau produksi industri tersebut, contohnya di pabrik gula sekarang sudah mulai pindah dari mesin uap untuk menggerakan sebuah mesin diganti dengan elektro motor untuk penggeraknya. 


Pengertian Kapasitor Bank beserta fungsinya


   Mengapa kapasitor bank banyak di pasang pada dunia industri pabrik, karena itu tadi pabrik sekarang banyak menggunakan electro motor yang menimbulkan beban induktif yang mempengarui pada faktor daya atau cos phi , industri sangat berhati - hati dengan faktor daya sebab jika sebagian besar pabrik tersebut memakai listrik dari PLN ( Tidak mempunyai pembangkit listrik sendiri ) maka faktor daya perlu diperhatikan, PLN telah menentukan nilai minimum dari faktor daya tersebut dengan nilai 0.85.

Standart Faktor Daya PLN
Pada tahun 2010 PLN mengeluarkan nilai minimum faktor daya yaitu 0.85.

   Jika faktor daya dibawah 0.85 maka konsumen atau pabrik yang memakainya di kenakan denda oleh PLN, maka dari itu cara memperbaiki faktor daya agar lebih dari 0.85 maka diperlukan alat Kapasitor Bank, jadi untuk fungsi kapasitor bank sebagai berikut 
Fungsi Kapasitor Bank
1. Berguna untuk menaikan atau memperbaiki nilai faktor daya ( Cos Phi )
2. Bisa untuk mengurangi pemakaian ampere, karena beban induktif sudah hilang.
3. Dapat mengurangi lonjakan arus listrik ( biasanya saat motor start awal maka arus bisa 4x lebih besar )

Ketika sudah tahu fungsi kapasitor bank, tindakan selanjutnya adalah bagaimana cara mengetahui kapasitas dari kapasitor tersebut dan berapa kebutuhkan kapasitor tersebut dalam beban yang dibutuhkan ?? 
Dibutuhkan rumus untuk menghitung semua kebutuhan kapasitor berikut rumus dan juga contohnya agar memudahkan untuk memahaminya. 


Rumus Kapasitor Bank
Qc = Q1 - Q2

Qc = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )
Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
Q2 = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )

Setelah mendapat rumus maka harus dicari Q1 dahulu dengan rumus berikut:

Rumus Q1
Q1 = √S² - P²

Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
S² = Daya terpasang ( kvA )
P² = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( kW )


Contoh :
Diketahui
S = 2000 kVA
P = 750 kW
Jawab

Q1 = √S² - P²
Q1 = √2000² - 750²
Q1 = √4.000.000 - 562.500
Q1 = √3.437.500
Q1 = 1.854 kVAr

Selanjutnya mencari nilai dari Q2:

Rumus Q1
Q2 = √S² - P²

Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
S² = Daya Aktif dan target cos phi ( Daya aktif / target cos phi )
P² = Daya semu ( kW )


Contoh :
Diketahui
S = 750 kW / 0.96 = 781,25
P = 750 kW
Jawab

Q2 = √S² - P²
Q2 = √781,25² - 750²
Q2 = √610.351,56 - 562.500
Q2 = √47.851,56
Q2 = 218,74 kVAr
Terakhir mencari nilai dari Qc Kapasitor:

Rumus Kapasitor Bank
Qc = Q1 - Q2

Qc = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )
Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
Q2 = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )

Contoh :
Diketahui
Q1 = 1.854 kVAr
Q2 = 218,56 kVAr
Jawab

Qc = Q1 - Q2
Qc = 1.854 - 218,56
Qc = 1.635 kVAr

Dari contoh diatas yang diperlukan untuk sebuah panel kapasitor bank adalah 1,635 kVAr yang bisa menggunakan regulator 16 step dengan perstepnya menggunakan kapasitor berkapasitas 100 kVAr.

Semoga bermanfaat jika ingin bertanya seilakan komentar jika ada salah dalam rumus bisa juga di kasih saran.
Tetap semangat dan jangan lupa untuk like fans page, suscribe channel youtube juga..
Read more »
Belajar PLC Membuat Program Direct On Line Menggunakan PLC

Belajar PLC Membuat Program Direct On Line Menggunakan PLC

Hallo gaes saya akan membagikan pengalaman dan pengetahuan saya yang berkaitan dengan Ladder Diagram Direct On line Menggunakan PLC Omron tepatnya, karena saya lebih familiyar dan artikel ini adalah artikel awal pertama saya yang membagikan ladder diagram PLC dan seterusnya.
Ladder Diagram Direct Online

Sebab gaes sekarang didunia industri serba automasi, dan sekarang sudah gencar - gencarnya untuk update semua mesin menjadi automasi yang menggunakan PLC, dari mesin yang serba automatis tidak tutup mata karyawan pun dikurangi jadi, itulah dampat + (plus) dan - (minus) bagi karyawan maupun mesin tersebut.
Disini saya hanya simulation saja berikut tools yang saya gunakan : 

  • Laptop, OS Windows 10 Pro // Sudah jelas gaes, tanpa laptop ya tidak bisa mrogram gaes.
  • Software CX - Programmer. 
  • Segelas Kopi. 
  • Jangan lupa untuk senang, karena jika sudah senang / hobi maka ilmu yang di serap tidak akan sia- sia gaes.
  • Address PLC :
Alamat PLC
0.00 : Push Button Start
0.01 : Push Button Stop
100.00 : Coil Kontaktor

      Cekidot,

    1. Buka dahulu CX - Progremmernya gaes, jika tidak ada di desktop mungkin bisa di cari pada program file, kalau di windows 10 tinggal cari di start menu OMRON >>CX-ONE >> CX-PROGRAMMER, Double Click open dah gaes CX-Programmernya, maka akan muncul gambar seperti dibawah ini: 
      Ladder diagram Direct On Line Menggunakan PLC
    2.  Setelah terbuka file CX-Progremmernya gaes, klik file > kemudian klik new.
      Ladder Diagram New
    3. Namakan device name terserah sobat... disini saya isi nama dengan "Direct On Line", untuk type PLC menggunakan CP1E dan koneksinya menggunakan USB untuk mendownload programnya, klik Oke untuk membuat programnya.
      Device PLC CP1E
    4. Sudah masuk di menu program, masuk ke section 1, dan buat lah program untuk pertama - tama buatlah push button start dengan kontak NO ( Normaly open ).
      Kontak NO ( Normaly Open )
    5. kemudian buatlah push button stop NC ( Normaly Close ) dan Coil + Penguncinya.
      Ladder Diagram Direct Online
    Prinsip Kerja Ladder Diagram Direct On Line
    • Terdapat 2 buah Pust Button yang berfungsi sebagai Push Button Start ( 0.00 ) dan Push Button Stop (0.01), Ketika Push Button ditekan, Coil kontaktor (100.00) akan menyala berwana hijau, jadi coil kontaktor bekerja dalam artian yang digerakan kontaktor seperti motor, pompa, dll akan bergerak.
    • Kemudian Push Button dilepas, Coil kontaktor masih tetap menyala karena address dari Coil kontaktor dibuat pengunci seperti halnya jika di kontaktor menggukan kontak bantu 13 & 14 ( Kontak NO ) yang build in dari kontaktor tersebut.. tapi ini beda karena menggunakan ladder diagram didalam program PLC.
    • Lalu Push Button Stop ditekan, Coil Kontaktor akan mati karena pada ledder diagram arusnya diputus sesudah push button start dan pengunci dari coil kontaktor sendiri. 
    • Direct On Line Done Gaes. 
    Semoga artikel saya ini bermanfaat bagi pembaca, jika ada pertanyaan bisa dikolom komentar atau bisa juga disini Contact Us, tetap semangat untuk berbagi gaes. 





    Note
    Download
    Password "www.plcdroid.com
    Read more »
    Pengertian Proximity sensor, kemampuan sensor dan cara setting sensing.

    Pengertian Proximity sensor, kemampuan sensor dan cara setting sensing.

          Proximity sensor adalah sensor yang berfungsi sebagai deteksi benda yang berdasarkan jarak benda tersebut yang sudah disensing atau diataur jaraknya yang mengikuti sepesifikasi dari sensor proximity tersebut.
    Pengertian Proximity sensor dan cara setting
    Pada Proximity biasa terdapat sepefisikasi sebagai berikut : 
    • Jarak Sensing 
    • Histerisis
    • Target sensing Standart
    • Catu daya ( Tegangan Operasi )
    • Frekuensi Respon
    • Connection

    Jarak Sensing 

         Jarak sensing ini biasanya tertara pada spesifikasi semua sensor proximity yang harus dipenuhi karna jika tidak dipenuni maka sensor tidak akan mensensing atau mendeteksi jika ada barang yang lewat, jarak sensing biasanya antar 4 mm - 25 mm dimana satuan milimiter karna jaraknya dekat dan biasanya ini digunakan untuk menghitung RPM motor, jadi jarak yang harus disetting tidak boleh melebihi 4mm tapi tenang ada nilai histerisisnya. 
    Cara Mengatur Jarak Sensing Proximity
    Dari gambar diatas maka ditentukan rumus jika sobat punya proximity dengan jarak sensing 4 mm : 
    SN = 4 mm 
    SA = 4 x 70 % 
          = 4 x 0.7 
          = 2.8 mm 
    Jadi sobat setting jaraknya di 2.8mm agar ketika bendanya bisa bergerak antara 0 - 4 mm dimana 0 adalah nilai minimum dan 4 adalah nilai maximusnya. 

    Histerisis

         Histerisis adalah persentase jarak ( Plus dan Minus ) biasanya tertara Maksimum 10% dari jarak sensing yang dimaksud adalah nilai bawah dan nilai atasnya dari jarak sensingnya, jika sobat mempunya proximity dengan jarak sensingnya 4mm maka Histerisisnya perhitunganya sebagai berikut : 

    Jarak Sensing = 4 mm 
    Histerisi         =  10% x 4
                           = 0.1 x 4
                           = 0.4 mm 

     Dari nilai di atas ketemu dengan nilai 0.4 mm maka Histerisinya adalah maksimum jarak sensingnya 4 + 0.2 = 4.2 mm dan minimumnya adalah 4 - 0.2 = 3.8 mm. 

    Target sensing standart

         Target sensing standart adalah besar atau ukuran benda yang direkomendasikan untuk tipe Proximity sensor tersebut biasanya tertara 12x12x1mm(iron) dengan hormat HxWxD bahan Iron jika tidak tau HxWxD maka indonesianya Tinggi x Lebar x Tebal bahanya besi.

    Catu Daya (Tegangan Operasi)

         Catu Daya pada proximity sensor biasanya antara 12 - 24VDC dengan batasan range (10 - 30VDC). 

    Frekuensi Respone

         Frekuensi Respone adalah nilai rata-rata. Target sensing standart digunakan dengan lebar yang diset dua kali dari target sensing standart dan 1/2 kali dari jarak sensing.
    Jika sepesifikasi proximity sensor adalah 400hz maka setara dengan 400 pulse/dtk.                   Contoh, ada mesin yang mempunyai 4000 rpm dan memakai sensor proximity dengan menggunakan 1 cam apakah mampu sensor proximity tersebut untuk membaca 4000 rpm?      

    Jawaban:                                                                                                                                 Rpm : 4000 rpm dijadikan ke detik 4000/60 = 66.66 pulse/detik x 1 cam = 66.66 pulse/detik   jadi untuk proximity dengan maksimum 400 pulse/dtk maka untuk membaca 66.66 pulse/detik maka sangat mampu sekali, beda lagi jika cam yang dipakai lebih banyak maka 66.66 pulse/detik x cam ( Berapa banyak cam yang dipakai )                                                                                                                                    

    Connection

         Koneksi ini terdapat 2 wire atau 3 wire berikut penjelasanya dan gambarnya: 

    Connection 3 Wire Proximity Sensor

     Diatas terdapat 2 type dimana NPN atau PNP untuk Koneksi 3 Wire, Jika sobat memilih NPN maka akan keluar output OV dan harus memilih perangkat yang bisa membaca 0V dan sebaliknya jika PNP maka akan keluar 24V dan harus mencari perangkat yang bisa membaca 24VDC. 

    Proximity Sensor
     Diatas koneksi 2 wire perbedaanya hanya diwiringnya yang untuk ini keluar 2 kabel dan untuk pembacaanya harus dilooping dahulu atau diputar dlu jadi jika sobat membacanya dengan pulse meter maka dari power 24VDC masuk ke Pulse meter keluar pulse meter > Proximity > Proximity > 0V. 

    Semoga bermanfaat dan berguna.  Next saya akan posting tentang cara pembacaan proximity menggunakan Pulse meter.... jika ingin dishare jangan lupa dikasih link sumbernya terima kasih.


    Read more »
    Cara Menghitung Ampere Motor 3 dan 1 Phase dengan Rumus Daya

    Cara Menghitung Ampere Motor 3 dan 1 Phase dengan Rumus Daya

    Cara Menghitung Ampere Motor 3 dan 1 Phase dengan Rumus Daya
    Sysmbol Ampere
        Sering kali, anda menjumpai motor listrik untuk menggerakan mesin pada pabrik - pabrik sekarang dan kebanyakan 85% didalam pabrik menggunakan motor listrik untuk menggerakan mesinnya, motor listrik ada 2 jenis Phase yang pertama adalah 3 phase yang di mana ada tegangan R S T sedangkan yang ke dua adalah 1 Phase dimana motor listrik hanya diberi tegangan phase dan Netral aja, contohnya seperti pumpa air dirumah.
        Dari motor - motor tersebut maka anda sangat perlu untuk menghitung amperenya dimana anda membeli motor 1 phase tapi kapasitas rumah anda hanya 450 Watt saja maka anda harus menghitung motor airnya harus di bawah dari 450 Watt. 

       
    Nama Plate Motor 1 Phase
    Nama Plate Motor 1 Phase
    Diatas adalah name plate motor 1 phase dimana sudah di ketahui KW dan Amperenya jika hanya di ketahui KWnya saja bagaimana seperti berikut menghitungya:

    Diket :
    P : 8 KW = 8 x 1000 = 8000 Watt
    V : 220V
    Ditanya :
    Berapa Nilai Amperenya?

    Rumus daya  Motor 1 Phase:
    P = V x I
    I  = P/V

    Ket:
    P  : Daya ( Watt )
    I   : Arus ( Ampere )
    V : Tegangan ( Voltage )
    Jawab :  
    I = P/V
    I = 8000/220
    I = 36.36 A

    Cara Menghitung Ampere 3 Phase

    Nama Plate Motor 1 Phase
    Name Plate Motor 3 Phase

    Diatas name plate motor 3 Phase yang bisa di gunakan berbagai tegangan seperti diatas, untuk menghitung amperenya sebagai berikut:


    Rumus daya  Motor 1 Phase:
    P = √3 x V x I x Cos φ
    I  = P/V x √3 x Cos φ

    Ket:
    P  : Daya ( Watt )
    I   : Arus ( Ampere )
    V : Tegangan ( Voltage )
    √3: Konstanta jika memakai 3 phase dengan nilai jika didecimalkan 1.73
    Cos φ : 85 % dari motor biasanya nilai standartnya 0.85 

    Diket:
    P   = 37 Kw = 37 x 1000 = 37000 Watt ( W )
    V  = 380 V
    Cos φ = 0.84
    Ditanya :
    Berapa Nilai Amperenya?
    Jawab :
    I  = P/V x √3 x Cos φ
    I  = 37000 / 380 x 1.73 x 0.84
    I  = 37000 / 552.22
    I  = 67 A


    Soal jika diketahu Motor 5 HP dengan tegangan 380 V 3 Phase berapakah Amperenya ?
    Diket:
    P : 5 HP = 5 x 746 = 3730 Watt ( W )
       : 1 Hp = 746 Watt ( W )
    V: 380 V
    Cos φ = 0.85 ( Karena biasanya standartnya ini )

    Ditanya berapa nilai Amperenya ?
    Jawab :
    I  = P/V x √3 x Cos φ
    I  = 3730 / 380 x 1.73 x 0.85
    I  = 3730 / 558.79
    I  = 6.68 A


    Semoga Informasi ini bermanfaat dan jika ada yang ingin ditanyakan monggo tinggalkan komentar untuk diskusi bersama. 

     


    Read more »
    Cara Menghitung Thermal Overload Relay ( TOR ) dan Rangkaianya

    Cara Menghitung Thermal Overload Relay ( TOR ) dan Rangkaianya

    Thermal Overload Relay
    Motor Listrik AC
    Menghitung Overload Relay, Motor sangat perlu adanya pengamanan beban berlebih yang biasanya di sebut overload, lah untuk pengan tersebut biasanya nama alatnya ada TOR ( Thermar Overload Relay ) tanpa adanya alat ini maka motor bisa keluar asap atau yang sangat parah bisa meledak karena beban ( Load ) yang ditanggung oleh moter tersebut sangat berat maka dari itu aplikasi TOR ini sebagai pemutus disaat beban sudah mendekati batas Maksimum Motor.


    Rangkaian Thermal Overload Relay
    Symbol Rangkain TOR

    TOR sendiri bisa disetting sesui perhitungan yang matang jika tidak maka fungsi TOR sendiri tidak akan berfungsi dengan maksimal, maka dari itu saya bagikan tips untuk menghitung batas maksimum Motor yang harus di setting diTOR tersebut.
      
    Terdapat Motor 3 Fase dengan Name Plate sebagai berikut :
    •  Motor 1 Phase 220V

    Name Plate Motor Listrik
    Name Plate Motor Listrik
    Diket :  
    1. 0,75 Kw 
    2. 5.21 A
    Maka, Dari Ampere saja kita sudah tahu dimana batas maksimum motor Current adalah 10 % dari Ampere Nominal motor,
     TOR = A x 10 %
              = 5.21 x 0.1
              = 0.521 A
    Jadi Untuk Settingan TOR adalah A + TOR 10 % = 5.21 + 0.521 = 5.731 A.
    • Motor 3 Phase 15 Hp 
                Diket :  
                1. 3 Hp = 15 x 736 = 11040 W
                2. 3 Phase = 1.73
                3. Cos Phi = 0.85 standart 
                Maka, cari dulu amperenya sebagai berikut, 
                I =       P        
                     1.73 x V x Cos phi 

                  =       11040                        
                     1.73 x 380 x 0.85

                  =       11040        = 19.75 A
                           558.79 

         TOR= A x 10 %
                 = 19.75 x 0.1
                 = 1.97 A
      Jadi Untuk Settingan TOR adalah A + TOR 10 % = 19.75 + 1.97 = 21.72 A.

    Semoga Info yang saya berikan Bermanfaat bagi anda, ada juga untuk setting VSD anda bisa baca disini Setting VSD.


    Hormat saya,


    Panca Setyadi  

    Read more »
    Cara Penempatan Allocation Memory pada CP1H

    Cara Penempatan Allocation Memory pada CP1H

    CP1H I/O Memory Allocation
    CP1H terdapat 3 variasai dari CP1H - XA, CP1H - X, dan CP1H - Y dimana terdapat perbedaan dalam I/Onya PLC Management seperti pada gambar berikut :
    CP1H-XA40DR-A
    Dari gambar tersabut bisa diperbandingkan dimana CP1H - Y20DT-D dimana mempunyai 20 I/0 ( 12 Digital Input dan 16 Digital Output ), Sedangkan CP1H - X40DR-A mempunyari 40 I/O ( 24 Digital Input 16 Digital Output ), Sedangkan CP1H - XA40DR-A mempunyai 40 I/O ( 24 Digital Input, 16 Digital Ouput, 4 Analog Input, dan 2 Analog Output .
    Maka dari itu CP1H - XA40DR-A Lebih lengkap dari pada tipe PLC 2 yang lainya, CP1H - XA mempunyai 4 Analog Input dan 2 Analog Ouput yang sudah build In memory dengan CPUnya jadi tidak perlu lagi membeli expension Analog Input atau Output lagi.

    Allocation Memory

    Pada posting ini yang saya sampaikan cara mengetahui alamat ( Address ) dari Digital Input, Digital Ouput, Analog Input dan Analog Output Pada CP1H-XA40DR-A sebagai berikut:

    24 Digital Output.
    CP1H I/O Memory Allocation
    Digital Input
    Pada Gambar tersebut bisa dijabarkan seperti ini, PLC mempunyai 24 Digital Input yang dimana CP1H ini sangat sepecial dia tidak bisa menggunakan Bit ke 12 - 15 dalam artian batasan bit yang bisa dibaca ada 12 bit maka dari 0.00 - 0.11 adalah 12 bit maka kurang 12 bit lagi yang CIO berbeda yaitu 1.00 - 1.11 12 bit jika dijumlahkan makan 24 bit = 24 Digital Input.

    16 Digital Output
    CP1H I/O Memory Allocation
    Digital Output
    Pada digital Output ini CP1H max hanya membaca 8 bit aja yang sisanya dari 15 bit tidak digunakan, maka dari 8 bit + 8 bit = 16 bit jadi addresnya untuk digital output dimulai dari 100.00 Allocate dan seterunya sebagai berikut :
    8 DI = 100.00 - 100.07
    8 DI = 101.00 - 101.07

    Untuk Analog Input dan Ouput via Video aja oke.




    Semoga Bermanfaat

    Read more »
    Cara Setting Inverter ATV71

    Cara Setting Inverter ATV71

           Apa itu inverter atau VSD ( Variable speed drive )?, anda bisa baca Variable Speed Drive Schneider. untuk mensettinganya sobat memerlukan namanya Remote Graphic Display yang biasanya jika membeli 1 unit inverter maka sobat akan mendapatkanya gambarnya seperti di bawah ini.
    Setting Inverter ATV71
    Fitur Remote Graphic Display :
    • Stop / Reset , Untuk stop inverter atau jika terjadi trip bisa merisetnya dengan menombolnya.
    • Run , Untuk Run Inverter 
    • F1, untuk memilih opsi saat setting
    • F2 - F4, sama halnya F1
    • Potensio, Untuk memilih atau bisa di bilang kursor atas bawah untuk setting dan memberi nilai settingan seperti menambah angka tinggal di putar ke kanan + dan sebaliknya mengurangi tinggal di putar ke kiri -, Dan juga berfungsi sebagai enter atau done saat sudah memberi nilai pada settingan.
    • ESC, untuk membatalkan settingan.
    • FWD/REV, Untuk memutar balik arah putaran motor jika terbalik ada wiringnya tinggal tombol ini maka motor akan berputar terbalik, Perlu diingat untuk memutar balik harus dalam keadaan mati/berhenti.
    Itulah penjelasan sedikit tentang remote Graphic Display agar lebih paham sobat saat setting nanti yang akan saya jelaskan.

    Setting Inverter 

    Setting Altivar 71
        Saat menyalakan inverter maka akan keluar gambar yang ada di atas menunjukan tipe inverternya dan sepesifikasinya seperti yang tertawa pada hardwarenya.
    Setting Altivar 71
    Maka keluar tampilan diatas untuk memilih bahasanya pilih English aja, karena mudah di pahami dari pada italiano :D, untuk tampilan ini hanya tampil pertama kali saat inverter baru di hidupin selanjutkan akan tersimpan settingan league ini.

    Setting Altivar 71
    Pilih Standard aja ini juga default untuk aplikasi sederhana dulu aja .
    Setting Altivar 71
    Setelah keluar tampilah di atas maka tekan enter/ potensio anda tekan maka akan keluar tampilan seperti di bawah.
    Setting Altivar 71
    1.1 SIMPLY START adalah settingan paling sederhana untuk menjalakan motor menggunakan inverter, tekan enter untuk melanjukan settinganya, di simple start maka setting sebagai berikut :
    • Rated motor power : Masukan Nilai KW sama seperti yang tertara pada name plate Motor.
    • Rated motor volt : Masukan Nilai Tegangan sama seperti yang tertara pada name plate Motor.
    • Rated mot. current : Masukan Nilai Arus sama seperti yang tertara pada name plate Motor.
    • Rated motor speed :  Masukan Nilai RPM sama seperti yang tertara pada name plate Motor.
    • Auto tuning : Setelah semua name plate dimasukan baru di auto Tuning berfungsi untuk mengecek apakah motor tersebut benar nilai yang sudah di masukan pada settingan inverter jika selesai maka status auto tuning berubah menjadi DONE, Auto Tuning ini berguna untuk memaksimalkan Motor tersebut.
    Sekian Ilmu yang bisa saya sharing semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan sobat bisa tinggalin komentar di bawah. 










    Read more »