Cara Setting Inverter Dolycon CT100

Cara Setting Inverter Dolycon CT100

Cara Setting Inverter Dolycon - Artikel ini akan sangat mudah dipahami bagaimana mengoprasikan atau menjalankan sebuah inverter.

Hingga bagaimana cara untuk setting agar sebuah elektro motor bisa berputar dengan spesifikasi yang sama.
Inverter Dolycon

Sebelum masuk pada sebuah menu setting anda harus paham dahulu seperti :
  1. Spesifikasi Inverter tersebut. 
  2. Spesifikasi Elektro Motornya. 
Itu saja hal yang harus diketahui untuk mengoperasikan sebuah inverter. 

Inverter Dolycon 

Inverter Dolycon ini adalah sebuah inverter yang dibuat di negara Cina dengan menawarkan sebuah keunggulan fitur dan komponen yang tidak kalah dengan inverter ternama.
  • Harga terkesan murah
  • Bagus dalam Voltage dan Current. 
  • High Torque untuk RPM rendah.
Itu fungsi yang diunggulkan tetapi masih banyak lain fitur yang lebih hebat. 

Mengetahui Spesifikasi Inverter dan Elmot

Disini patokanya adalah melihat dari elektro motor, kenapa ?

Karena Inverter akan menyesuaikan sebuah power (kw) Elektro motor misal:

Anda mempunyai sebuah elektro motor 90 kW nah disini anda harus memilih sebuah inverter dengan kW yang sama atau lebih.

Saran saya dengan Up spesifikasi sebuah inverter dari elektro motor akan menjadi sebuah Heavy Duty Inverter.

Dan menambah sebuah umur inverter karena ada spare dari kapasitas Inverter tersebut.

Spesifikasi Elektro Motor
  • 90 kW 
  • 380 VAC
  • 155 A
Spesifikasi Inverter
  • 90kW atau 110kW (Heavy Duty)
  • 380 VAC 

Mengenal Control Inverter Dolycon 

Cara Setting Inverter Dolycon CT100
Pada gambar diatas sudah dijelaskan semua fungsi keypad pada inverter Dolycon.

Jadi simpel untuk keypadnya dan fungsinya sama halnya dengan inverter pada umumnya.

Masuk Pada Setting Inverter Dolycon


CODE NAME SETTING
F00.00 Motor control mode 0: keypad run command
channel (LED off)

1: terminal running command channel (LED flickering)

2: 485 run command channel (LED on)
F00.01 Run command channel 0: keypad run command
channel (LED off)

1: terminal running command
channel (LED flickering)

2: 485 run command channel
(LED on)
F00.02 Main frequency source X
0: keypad digit (F00.09)

1: keypad potentiometer AI0

2: analog input AI1

3: analog input AI2

4: HDI pulse input

5: process PID output

6: multi-step speed

7: simple PLC

8: 485 communication
F00.06 Max. frequency 0 - 600.00Hz
F00.07 Upper limit frequency F00.06 (Max.frequency)
F00.09 Keypad Frequency Setting 0.00Hz~F00.06 (Max.
frequency)
F00.10 Run direction
0: positive

1: reverse

2: prohibit reverse
F00.14 ACC time 0 0.1~3000.0s
F00.15 DEC time 0 0.1~3000.0s

CODE NAME SETTING
F01.02 Rated power of asynchronous motor 0.4~3000.0kW
F01.03 Rated frequency of asynchronous motor 10.00Hz~F00.06 (Max. frequency)
F01.04 Rated speed of asynchronous motor 0~36000RPM
F01.05 Rated voltage of asynchronous motor 0~500V
F01.06 Rated current of asynchronous motor 0.8~6000.0A
Nah dari tabel diatas adalah tabel yang saya buat yang wajib di isi dengan aplikasi dilapangan.

Jadi untuk mensetting sebuah Inverter urutanya sebagai berikut:
  1. Ketahui dahulu spesifikasi elektro motor.
  2. Masuk ke Menu Program dengan ESC atau ENT
  3. Jika ditanyakan password isi saja  “0. 0. 0. 0. 0.”. tekan ENT.
  4. Menu F00.00 : Ini dikasih default saja karena fungsinya adalah sebuah command. 
  5. F00.01 : Ini pilihan untuk start inverter bisa dengan start pada control Inverter atau bisa dengan terminal yang memerlukan sebuah wiring. 
  6. F00.02 : Nah ini adalah pilihan untuk Referensi (Digital), bisa menggunakan Keyped atas bawah atau potensio. 
  7. F00.02 : Isi dengan batasan maximum eletro motor.
  8. F00.06 : Isi dengan Maximum Frekuensi. 
  9. F00.07 : Batasan Maximum Frekuensi. 
  10. F00.14 : Iniadalah settingan untuk waktu ACC semakin panjang maka semakin lama untuk menyapai rpm elektrio motor tersebut. 
  11. F00.15 : sama halnya Acceleration ini hanya mengurangi.
  12. Masuk pada Spesifikasi Eletro Motor. 
  13. F01.02 : Masukan Nilai kW motor tersebut. 
  14. F01.03 : Max Frekuensi 
  15. F01.04 : Isi dengan maximum speed/ 
  16. F01.05 : VOltage elektro motor yang digunakan. 
  17. F01.06 : Rating nameplate Current masukan sama dengan ampere lektro motor. 
Nah dari langkah diatas pasti anda sudah bisa.

Contoh Setting Inverter dengan Elektro Motor 22kW 


Cara Setting Inverter Dolycon CT100 dengan elektro motor 22kW

Dari namaple elektro motor diatas kita bisa memasukan sebuah settingan pada inverter Dolycon type CT100.

Inverter ini akan saya operasikan lewat Keypad di inverter tersebut, jadi start dan stop melalui keypad dan untuk menaikan frequensi dengan keypad atas bawag bukan potensio.

Sudah mendapat konsepnya mari kita setting inverternya.

Code Setting
F00.00 0
F00.01 0
F00.02 0
F00.06 50 Hz
F00.07 50 Hz
F00.09 50 Hz
F00.10 0
F00.14 5 Sec Tergantung Aplikasi
F00.15 5 Sec Tergantung Aplikasi
F01.02 22 kW
F01.03 50 Hz
F01.04 1475 rpm
F01.05 400 V
F01.06 41.5


Kesimpulan

Dalam artikel ini anda sudah pasti bisa untuk setting sebuah inverter merek Dolycon hingga menjalakan elektro motor tersebut.

Perlu diingat harus mengetahu sebuah spesifikasi elektro motor tersebut kemudian inverter menyesuaikan power dengan elektro motor tersebut.

Baca juga : Cara Setting Inverter ATV71

Sekian artikel yang bisa saya sajikan,, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Wiring Diagram Rangkaian Star Delta Automatis dan Manual

Wiring Diagram Rangkaian Star Delta Automatis dan Manual

Sekarang ini industri sudah banyak memakai Elektro Motor untuk menggerakan mesin.

Dibutuhkan sebuah rangkaian kontrol untuk menggerakan Elektro Motor, jika anda seorang teknisi sangat perlu untuk mengerti dan paham betul tentang rangkian kontrol.

Rangkaian kontrol ini disebut dengan rangkaian stater device, seperti.

Sebelum itu anda harus paham dahulu apa itu hubungan Star dan hubungan delta pada Gulungan Wending Elektro Motor.
Wiring Diagram Rangkaian Star Delta Automatis dan Manual

Pengertian Hubungan Star dan Delta Pada Elmot

Hubungan Start

Kenapa disebut Hubungan Star, karena bentuk dari wiring diagram berbentuk seperti bintang atau star.

Hubungan Star mempunyai kelebihan.
Lonjakan arus Starting kecil dan Torsi (kekuatan Elektro Motor) Kurang. 

Hubungan Delta

Kenapa disebut Hubungan Delta, karena bentuk dari wiring diagram berbentuk seperti segitiga atau Delta.

Hubungan Delta mempunyai kelebihan.
Lonjakan arus Starting Tinggi dan Torsi (kekuatan Elektro Motor) Tinggi. 

Pengertian Star Delta 

Ketika anda sudah paham tentang hubungan Star dan Delta maka bisa disimpulkan.

Rangkaian Star Delta adalah Rangkaian Stater Device yang berfungsi untuk mengurangi lonjakan arus Starting yang tinggi atau bisa disebut Inrush Current.

Tetapi tidak mengurangi Torsi pada Elektro Motor tersebut.

Dengan mengubah Gulungan Elektro Motor dari hubungan Star yang memiliki Lonjakan arus kecil saat starting.

Kemudian menggunakan timer untuk menjeda perpindahan dari Hubungan Star ke Delta.

Yang mempunyai Arus kecil dan Torsi yang kuat.

Rangkaian Star Delta Manual

Rangkaian ini bekerja manual dalam artian perpindahan dari star awal yaitu hubungan star ke delta menggunakan sebuah push button.

Jadi memerlukan 3 buah push button.
  1. Push button On Star
  2. Push button On Delta
  3. Push button Off

Prinsip Kerja Star Delta Manual

  1. On MCB. 
  2. Overload dalam keadaan normal ( NC ).
  3. Tekan Push button On Star, kontaktor K1 dan K2 bekerja. 
  4. Elektro Motor akan berputar.
  5. Hitung sekitar 4 detik baru tekan Push button On Delta. 
  6. K2 akan Off dan ganti ke K3 On.
  7. Elektro Motor berputar pindah ke gulungan Delta, 

Komponen yang dibutuhkan. 

  • 1 MCB 
  • 1 Thermal Overlaod
  • 2 Push Button NO
  • 1 Push Button NC
  • 3 Kontaktor
  • 3 Pilot Lamp 

Rangkaian Star Delta Otomatis dengan Timer

Wiring-Diagram-Star-Delta-Automatis

Gambar diatas menunjukan Wiring Diagram Control Star Delta Automatis menggunakan Timer untuk perpindahan dari K2 ke K3 atau dari Star ke Delta.

Untuk mengenal timer lebih dalam bisa baca disini:
Pengertian Time On Delay ( Timer )

Prinsip Kerja Star Delta Automatis

  1. MCB ON.
  2. TOR dalam kondisi Normal jadi arus bisa menuju ke Push button START.
  3. Tombol Push Button STAR. 
  4. K1 ON, Kontak K1 ON dan mengunci. 
  5. K2 ON bersamaan dengan K1 ON.
  6. Lampu ON dan STAR Menyala.
  7. T ( Timer ) ON juga untuk delay ON.
  8. Ketika Delay Timer terpenuhi sekitar 4 detik, maka Coil timer akan ON dan berpindah kontak mulanya NC menjadi NO dan sebaliknya.
  9. K2 OFF lamp STAR OFF. 
  10. K3 ON lamp DELTA ON.
  11. Star Delta sudah berjalan Normal.
  12. Tekan Push Button STOP untuk memberhentikan Rangkaian ini, dengan ditandai Lamp OFF menyala.
  13. Jika Overload maka Lamp Trip akan menyala.

Tampak Panel Star Delta Automatis

Panel-Star-Delta-Auto
Apa saja komponen terdapat pada gambar diatas ?
  • 4 Buah Pilot Lamp.
  • 2 Buah Push Button.
  • 3 Buah Kontaktor.
  • 1 Buah Timer.
  • 1 Buah MCB
  • 1 Buah MCCB
  • 1 Buah TOR

Kelebihan dan Kekurangan Star Delta Automatis

Kelebihan : 
  1. Perpindahan antara star dan delta secara automatis menggunakan timer.
  2. Waktu perpindahan star ke delta bisa disetting sesuai kebutuhan.
  3. Hanya menggunakan 2 Push button,
Kekurangan :
  1. Wiring sedikit rumit.

Rangkaian Star Delta Manual

Wiring-Diagram-Star-Delta-Manual

Gambar diatas menunjukan Wiring Diagram Control Star Delta Manual yang menggunakan 3 buah Push Button ( Start Star, Start Delta, dan Stop ) untuk perpindahan dari K2 ke K3 atau dari Star ke Delta.

Prinsip Kerja Star Delta Manual

  1. MCB ON.
  2. TOR dalam kondisi Normal jadi arus bisa menuju ke Push button START.
  3. Tombol Push Button STAR. 
  4. K1 ON, Kontak K1 ON dan mengunci. 
  5. K2 ON bersamaan dengan K1 ON.
  6. Lampu ON dan STAR Menyala.
  7. Tombol Push Button START DELTA.
  8. K2 OFF lamp STAR OFF. 
  9. K3 ON lamp DELTA ON.
  10. Star Delta sudah berjalan Normal.
  11. Tekan Push Button STOP untuk memberhentikan Rangkaian ini, dengan ditandai Lamp OFF menyala.
  12. Jika Overload maka Lamp Trip akan menyala.

Tampak Panel Star Delta Manual

Panel-Star-Delta-Manual
Apa saja komponen terdapat pada gambar diatas ?
  • 4 Buah Pilot Lamp.
  • 3 Buah Push Button.
  • 3 Buah Kontaktor.
  • 1 Buah MCB
  • 1 Buah MCCB
  • 1 Buah TOR

Kelebihan dan Kekurangan Star Delta Manual

Kelebihan : 
  1. Wiring tidak rumit.
  2. Tidak memerlukan komponen Timer
Kekurangan :
  1. Memungkinkan motor terbakar jika telat atau terlalu lama untuk menekan push button delta.
  2. Perpindahan star ke delta berdasarkan insting.

Wiring Diagram Daya Star Delta Manual dan Automatis

Dalam Rangkaian Daya Star Delta Manual maupun Automatis itu sama, tidak ada yang berubah karena prinsipnya sama.

Yaitu sama-sama start awal menggunakan hubungan STAR dan beberapa waktu berpindah ke hubungan DELTA.

Berikut Wiring Diagram Rangkaian Daya.

Wiring-Diagram-Star-Delta-Daya

Cara menentukan Kontaktor Yang benar !

Dalam memilih atau menentukan sebuah kontaktor yang pas untuk rangkaian Star Delta, akan saya jabar kan poin-poinya.

  1. Lihat terlebih dahulu berapa KW atau HP spesifikasi Motor Listrik.
  2. Pastikan K1 atau main Kontaktor itu menggunakan sama dengan kontaktor K3 atau Delta. 
  3. Kontaktor K2 itu STAR lebih kecil spesifikasinya. 

Menentukan Main Kontaktor (Delta) dan Star

Diketahui Spesifikasi Motor adalah 5 kW atau 10A. 

Rumus Delta ( Main Kontaktor dan Delta Kontaktor ). 
I = In / √3.
Maka :
I = 10 / √3.
I = 10 / 1.73 
I = 5,78 A 

Kontaktor yang dipakai bisa 6A atau 9A

Rumus Star Kontaktor
I = In / 3
Maka :
I = 10 / 3
I = 3,33

Kontaktor 4A sudah cukup. 

Jadi Komponen Kontaktor untuk Star Delta dengan Motor 10A 

  • 2 Buah Kontaktor 6 atau 9A. 
  • 1 Buah Kontaktor 4 A

Link Download Wiring Diagram




Semoga Bermanfaat untuk Artikel Pembahasan Lengkap Wiring Diagram Rangkaian Star Delta Automatis maupun Manual. 
Baca selengkapnya »
Omron PLC 6 - Instruksi Input Compare ( = \ > \ < )

Omron PLC 6 - Instruksi Input Compare ( = \ > \ < )

Artikel ini akan mengajak anda melangkah lebih maju untuk mempelajari instruksi Input Compare yang berkaitan dengan data 1 dengan data 2.

Dalam 2 data tersebut akan di compere nilainya apakah sama atau lebih besar maupun lebih kecil.
instruksi ini sering kali dipakai untuk menjalankan sebuah perintah berdasarkan nilai.

Jika bahasa C++ itu IF di PLC adalah Compare.

Instruksi Compare = (300) Equel To

Seperti halnya menghitung matematika, tetapi ini adalah sebuah perbandingan ( Jika ). Intruksi = ini akan bekerja jika nilai data 1 sama dengan nilai data 2.

Maka jalur Diagram Ladder PLC akan lewat dan menjalankan sebuah coil.

Sebelum itu harus paham dahulu tentang operandnya, berikut Symbol Ladder Equel To beserta Operand.

Diagram Ladder Symbol Compare

Operand :
  • S1 : Data 1 
  • S2 : Data 2 
Untuk Equel To itu berbagai macam berdasarkan tipe nilainya seperti berikut. 
  • =L :  Equel To tipe Long 
  • =F :  Equel To tipe Float
  • =D : Equel To tipe Double Float
Jadi harus sama tipe saat mau dicomparekan, tipe Data 1 harus sama dengan tipe Data 2.

Contoh Diagram Ladder = (300)

Contoh Diagram Ladder = (300)

Dari Diagram Ladder bisa disimpulkan untuk cara kerjanya sebagai berikut:

  • W0.01 adalah sebuah digital input untuk memberikan inputan Equel To, tanpa Inputan didepanya juga tidak apa-apa. 
  • Ketika W0.01 ON, instruksi Compare Equel To akan bekerja untuk menganalisa apakah data 1 dan data 2 sama nilainya. 
  • Jika belum sama maka hasilnya akan seperti ini dengan data 1 : 50 dan data 2 : 40. 
    Compare-data-1-dan-data-2-not-Equel
  • Ketika data 1 dan data 2 sama seperti berikut. 
    Compare-data-1-dan-data-2-Equel
  • Jika sudah Equel maka Coil Y100.00 akan ON. 

Instruksi Compare < (310) Lebih Kecil Dari

Instruksi ini berguna menyatakan atau bekerja ketika nilai data 1 tersebut lebih kecil dari nilai data 2.

Fungsi instruksi ini biasanya digunakan untuk interlock.

Contoh ada motor induksi yang batas tripnya dimonitor oleh plc, ketika ampere tersebut lebih besar dari settingan plc maka motor akan berhenti.

Untuk Operand semua sama masih lingkup dalam instruksi compare.

Contoh Diagram Ladder < (310)

Contoh Diagram Ladder < (310)

Cara kerjanya:
  • Ketika W0.01 On maka Instruksi Compare akan bekerja.
  • D10 adalah data 1 bernilai 150.
  • D20 adalah data 2 bernilai 50
  • Jadi Data 1 > Data 2. 
  • Maka Instruksi Compare tidak meneruskan laddernya. 
  • Jika Data 1 lebih kecil dari Data 2
  • Instruksi Compare akan meneruskan ladder dan menyalakan coil Y100.00

Contoh-Program-Diagram-Ledder-Lebih-Kecil-Dari-done

Instruksi Compare > (320) Lebih Besar Dari

Sama halnya instruksi Compare lebih kecil dari pada (<) ini hanya lawanya yang menyatakan lebih besar dari pada (>).

Operand juga sama untuk syaratnya juga.

Contoh Diagram Ladder > (320)

Contoh-Program-Diagram-Ledder-Lebih-Besar
Cara kerjanya:
  • Ketika W0.01 On maka Instruksi Compare akan bekerja.
  • D10 adalah data 1 bernilai 40.
  • D20 adalah data 2 bernilai 50
  • Jadi Data 1 < Data 2. 
  • Maka Instruksi Compare tidak meneruskan laddernya. 
  • Jika Data 1 lebih besar dari Data 2
  • Instruksi Compare akan meneruskan ladder dan menyalakan coil Y100.00
Contoh-Program-Diagram-Ledder-Lebih-Besar-done
Baca selengkapnya »
Omron PLC 5.1 - Instruction Reversible Counter (CNTR)

Omron PLC 5.1 - Instruction Reversible Counter (CNTR)

Jumpa lagi gaes, kali akan membahas tentang instuction Reversible Counter dengan kode perintah CNTR.

Instruksi ini berbeda dengan Counter biasa yang hanya menghitung count setiap ada input, jika set value (SV) terpenuhi maka Address counter ON.

Reversible Counter adalah instruksi plc untuk menghitung inputan dengan menambah PV (Increment ) dan juga bisa mengurangi PV (Decrement).

Jika PV mencapai SV address dari counter akan ON.

Simbol dan Operand Reversible Counter

Diagram-Ladder-Simbol-CNTR

Syarat untuk bisa memenuhi instruksi CNTR adalah
  1. Mempunyai 3 Input Normaly Open ( Increment, Decrement, Reset
  2. Counter number usahakan beda dengan address timer. 
  3. Set Value jika menggunakan BCD kasih depanya # sedangkan menggunakan Binary &.

Untuk operand sama dengan Counter CNT
  • Instruksi : CNTR atau CNTRX jika menggunakan Binary.
  • N : Counter Number 
  • S : Set Value

Contoh Diagram Ledder Reversible Counter

Contoh-Diagram-Ladder-Instruksi-CNTR

Dari gambar diatas sangat simple sekali dan mudah dipahami berikut akan saya jelaskan dengan detail.
Digital Input: 
  • W0.01 : Normaly Open Increment
  • W0.02 : Normaly Open Decrement
  • W0.03 : Normaly Open Reset
Digital Ouput:
  • Y100.00 : Coil 
Instruksi:
  • CNTR : Instruction Reversible Counter
  • C0001 : Address Reversible Counter

Prinsip Kerja Reversible Counter

  1. Ketika W0.01 memberikan input pada CNTR maka PV yang mulanya 0 Bcd akan menjadi 1 bcd dan seterusnya jika input W0.01 ber ulang kali memberikan input. 
  2. Jika PV sudah mencapai SV maka C0001 akan ON dan Y100.00 akan ON
  3. Ketika W0.02 memberikan input yang berfungsi untuk mengurangi PV yang tadinya 10 Bcd menjadi 9 Bcd dan C0001 akan OFF
  4. Jika ingin kembali normal PV menjadi 0 Bcd maka W0.03 bekerja dan memberikan input ke CNTR untuk mereset PV
Baca selengkapnya »
PLC Omron 4 - Timer Instruksi TIM(0.1sec.) / TIMH(0.01sec.) / TIMHH(0.001sec.)

PLC Omron 4 - Timer Instruksi TIM(0.1sec.) / TIMH(0.01sec.) / TIMHH(0.001sec.)

Instruksi TIM adalah sebuah printah PLC yang berfungsi sebagai ON-Delay dalam hitungan waktu mundur.

Kenapa menggunakan Timer atau perintah TIM ini ? tim ini biasa digunakan untuk sebuah jeda waktu untuk men-trigger kontak lainya begitu.

Terdapat 3 Jenis TIM pada PLC Omron CP1H berdasarkan satuan waktunya semakin cepat satuan waktu maka semakin akurat untuk timer tersebut.

1. TIM : 100 ms setara dengan 0.1 Sec
2. TIMH : 10 ms setara dengan 0.01 Sec
3. TIMHH : 1 ms setara dengan 0.001 Sec

1. Instruksi TIM 100 ms

Dalam Instruksi ini anda harus paham dahulu dengan nilai 100 ms karena jika belum paham akan membuat bingung nantinya.

Dengan mengenal 100 ms maka anda bisa membuat On Delay 1 sec dalam artian 100 ms x 10 = 1000 ms yang artinya adalah 1 sec atau detik.

Kedua anda harus paham Instruksi TIM ini bekerja jika ada trigger atau gampanganya ada sebuah tombol untuk mengaktifkan instruksi timer tersebut.

Membuat Instruksi TIM dan Operand 


Sebelum masuk ke instuksi TIM anda harus tahu apa saja parameter (Operand) yang harus diisi agar tidak terjadi ERROR.

Symbol-dan-Operands-TIM

Operand atau parameter yang harus diisi :

TIM : Perintah atau instruksi PLC
N : Timer Number
S : Set Value


Dari gambar diatas sudah dijelaskan dari Timer number atau alamat dari TIM tersebut bisa sampai 4095, sangat banyak sekali bukan.

Set Valuenya adalah 16 Bit ( 65535 ) dan buanyak banget.

Contoh Diagram Ladder Instruksi TIM


Contoh Diagram Ladder Instruksi TIM

Dalam Diagram Ladder di atas berikut cara kerjanya:

  1. W0.01 adalah sebuah trigger untuk start, ketika di START maka Instruksi TIM akan bekerja.
  2. ON- Delay mulai menghitung mundur selama 1 detik ( 100ms x 10 = 1000 ms atau 1 detik ).
  3. Setelah waktu On Delay terpenuhi, alamat T0001 akan kontak dan menyalakan Y100.00

2. Instruksi TIMH 0.01 Sec

Sama halnya instruksi TIM tetapi berbeda dengan satuan TIMH tersebut.

Berikut sebuah operand dan wiring diagram instruksi TIMH,

Symbol-dan-Operands-TIMH

Contoh Diagram Ladder Instruksi TIMH

Contoh-Program-TIMH
Dalam Diagram Ladder TIMH di atas berikut cara kerjanya:

  1. W0.01 adalah sebuah trigger untuk start, ketika di START maka Instruksi TIM akan bekerja.
  2. ON- Delay mulai menghitung mundur selama 1 detik ( 10ms x 10 = 100 ms atau 0.1 detik ).
  3. Setelah waktu On Delay terpenuhi, alamat T0001 akan kontak dan menyalakan Y100.00

3. Instruksi TIMHH 0.1 Sec

Instruksi TIMHH ini tidak semua PLC diperbolehkan jadi ada sebuah PLC yang bisa menggunakan instruksi ini.

Seperti CP1H tidak bisa menggunakan instruksi ini.

Membuat Instruksi TIMHH dan Operand 

Symbol-dan-Operands-TIMHH

Semoga bermanfaat untuk pembahasan atau tutorial tentang instruksi timer.

Langsung tanyakan dalam sebuah komentar di bawah jika ada pertanyaan. 
Baca selengkapnya »
Beranda