Merubah Setting Timer dan Counter agar desimal di CP1H

Merubah Setting Timer dan Counter agar desimal di CP1H

Nilai desimal adalah nilai yang paling mudah dipahami oleh semua orang karena nilai ini sering dijumpai dan selalu dipakai dalam kehidupan sehari - hari.

Programmger juga bagaimana cara agar mudah memprogram dengan setting yang disesuaikan kebiasaan sehari-hari programmer tersebut.

Berikut cara merubah setting Velau timer dan counter agar menjadi desimal, karena bawaanya itu settingnya adalah BCD.
Baca Juga

Setting Timer dan Counter

  • Buka CX Programmer. 
  • Klik File > New. 
  • Kemudian isi Device Name terserah mau dinamakan apa saja boleh.
  • Device Type , pilih untuk yang CP1H.
  • Network Type, pilih USB.
  • Klik OK.
  • Klik kanan pada " NewPLC1[CP1H] Offline"
  • Pilih Properties.
  • Centang pada "Execute Timer/Counter as Binary"

  • Klik OK.
  • PLC akan Compile setikar 1/2 detik. 
  • Sekarang dulur bisa setting value dengan desimal dengan memberikan didepanya tanda "$".
Kebanyakan orang menggunakan desimal untuk sebuah data tetapi ada juga yang suka menggunakan nilai hex, bertujuan agar programmer tersebut yang bisa langsung menangkap program tersebut untuk menghindari programmer lain yang masuk.

Kalau yang saya jumpai dulur ada programmer dari jerman, semua datanya menggunakan HEX jadi ketika saya mengirim data dari PLC sayang yang harusnya desimal binnary maka mau tidak mau saya convert ke HEX agar si programmer asal jerman ini mudah membacanya.

Video Tutorial


Mungkin ada pengalam dulur yang suka dengan nilai apa silakan komen dibawah lur.
Baca selengkapnya »
Belajar PLC Instruction Counter simulation CX Designer

Belajar PLC Instruction Counter simulation CX Designer

Program dasar yang harus dulur kuasai, dengan memahami program dasar maka untuk pengembangan berikutnya akan membuat cepat belajar dengan ide dan logika dulur. 
 Instruction Counter

Pengertian Counter

seperti halnya atau logikanya dulur menghitung orang didalam bus untuk membayar tiket masuk, disini dulur pasti menghitung berapa orang di bus, mulai dari belakang 1 ditambah lagi 1 = 2 dan seterusnya jadi counter itu +1 atau di tambah 1 ketika inputan pada PLC menyala.

Logika seperti itu banyak sekali arti counter yang bisa dipahami tetapi counter ini sangat penting untuk dasar pemrograman untuk dipadukan dengan logika yang lain. 
Baca Juga

Cara Pemrograman Counter

  • Buka CX Programmer dahulu dulur. 
  • Setelah terbuka, Klik File > New. 
  • Kemudian isi Device Name terserah mau dinamakan apa saja boleh. 
  • Device Type , pilih untuk yang CP1H.
  • Network Type, pilih USB.
  • Klik OK.
  • Pada section 1, buatlah sebuah kontak NO (normaly open) dengan address 0.00 dan kasih comment sensor.
  • Buat PLC Intruction dengan menekan dikeyboard I.
  • Hapus dahulu I, kemudian tulis CNTX
  • Spasi kemudian biarkan 0 saja itu alaman Counternya terserah mau  diisi apa, yang penting dalam 1 program jangan ada yang sama untuk alamat counternya. 
  • Spasi lagi kemudian masukan berapa nilai counter maksimalnya disini saya mengisikan 10, jadi 10 inputan masuk maka output dari counter akan menyala.
  • Buat kontak NO lagi dengan address 100.00.
  • Sambungkan semua kontak NO dengan garis ke counternya. 
  • Pindah ke Rung bawahnya. 
  • buatlah sebuah kontak NO dengan address output dari Counter dengan awalan C dan dikuti dengan alamat counternya 0 - 9999.
  • Kemudian buat Kontak Coil untuk lampus dengan address 100.0 dan dikasih Comment Lamp.
PLC Instruction Counter

Cara Kerja Program Counter

  • Ketika Sensor menyentuh benda dan memberikan inputan pada PLC dengan alamat 0.00, maka program counter akan menghitung 1.
  • Sensor menyentuh benda lagi maka counter akan bertambah menjadi 2 dan seterusnya. 
  • Ketika counter sudah menghitung 10 menyatakan sensor tersebut sudah menyentuh benda sebanyak 10 kali. 
  • Program counter akan mengeluarkan output pada alamat C000 untuk menyalakan Lamp dengan alamat 100.0. 
  • Setelah lampu menyala, Counter akan direset dan menghitung kembali mulai dari 0.
  • Ouput counter juga akan mati, dan lampu juga akan mati. 
  • Siklus ini akan berlanjut hingga sensor tidak menyentuh benda lagi.

Cara Simulasi dengan CX Desginer

Karena CX Designer lebih mudah untuk mempelajarinya dengan gambar maka saya buatkan video tutorial untuk memudahkan dulur untuk belajar dan melihat langsung bagaimana untuk memprogram sebuah intruction Counter pada PLC omron CP1H.

Program Instruction Counter

Untuk yang ingin langsung mempelajarinya melalu CX Programmer disini saya memberikan program Counternya beserta CX Designernya.

Program Counter Simulasi Program Counter

Contoh Aplikasi penggunaan counter

  1. Mesin yang membutuhkan berapa kali mesin menyala, setelah tercapai maka akan dilakukan servis.
  2. Mesin Filling atau Packing yang selalu menghitung berapa packing yang selesai.
  3. Program parkir.
  4. Interlock untuk sistem Automasi.
  5. Dan dulur kembangkan juga agar terdapat inovasi yang baru.

Semoga bermanfaat untuk mendalai tentang Instruction Counter PLC Omron.
Baca selengkapnya »
Belajar dasar PLC omron untuk pemula dan gratis beserta pemrograman

Belajar dasar PLC omron untuk pemula dan gratis beserta pemrograman

Sejarah PLC

Belajar PLC

Belajar PLC omron secara gratis dan berdiskusi seperti kursus pada umumnya, yang memberikan pendapat atau ide untuk belajar bersama dengan artikel yang mudah dipahami, belajar PLC omron beserta pemrogamanya sangat penting dan mahal harganya.

Pada akhir 1960-an, PLC pertama kali diperkenalkan. Alasan utama untuk merancang perangkat semacam itu adalah menghilangkan biaya besar yang terlibat dalam mengganti sistem kontrol mesin berbasis relai yang rumit. Bedford Associates (Bedford, MA) mengusulkan sesuatu yang disebut Modular Digital Controller (MODICON) ke produsen mobil AS utama. Perusahaan lain pada saat itu mengusulkan skema berbasis komputer, salah satunya didasarkan pada PDP-8. MODICON 084 membawa PLC pertama di dunia ke dalam produksi komersial.

Ketika persyaratan produksi berubah demikian pula sistem kontrol. Ini menjadi sangat mahal ketika perubahannya sering terjadi. Karena relay adalah alat mekanis, memiliki masa penggunaan terbatas yang memerlukan perawatan rutin. Sebab dengan banyaknya relay untuk menggerakan beberapa motor, maka diperlukan relay yang banyak untuk interlockingnya dan membuat wiring sangat banyak.

Tahun 1970-an, PLC berkembang menggunakan Mikroprosesor berbasis bit-slica yaitu AMD 2901 dan 2903 masih sama MODICON untuk memegang PLCnya.

Tahun 1973-an Munculah sebuah system komunikasi serial yang di kembangkan modicon yang bernama MODBUS berfungsi sebagai komunikasi antara PLC 1 dengan PLC yang lain.

Tahun 1980-an Mengambangkan untuk komunikasi dengan protokol otomasi manufaktur General Motor (MAP). Ini juga merupakan waktu untuk memperkecil ukuran PLC dan menjadikannya software yang dapat diprogram melalui pemrograman simbolis pada PC.

Tahun 1990-an PLC Memenuhi standart terbaru (IEC 1131-3) untuk Bahasa pemegroman yang disamakan untuk internasional , seperti Ladder Diagram, Function Block Diagrams, instruction lists, C and structured text.

Pengertian PLC

PLC (Programmabel Logic Control) adalah perangkat yang dibuat untuk menggantikan sirkuit relay sekuensial yang diperlukan untuk kontrol alat berat. PLC bekerja dengan melihat inputnya dan tergantung pada keadaannya, menyalakan / mematikan outputnya. Pengguna memasuki suatu program, biasanya melalui software, yang memberikan hasil yang diinginkan. 

Prinsip Kerja PLC

Cukup Simpel untuk prinsip kerja PLC karena hanya ada 3 proses. 
Prinsip Kerja PLC
CHECK INPUT STATUS melihat setiap input untuk menentukan apakah itu aktif atau tidak aktif. Dengan kata lain, apakah sensor terhubung ke input pertama? Bagaimana dengan input kedua? Bagaimana dengan yang ketiga ... Ini mencatat data ini ke dalam memorinya untuk digunakan selama langkah berikutnya.

EXECUTE PROGRAM Selanjutnya PLC menjalankan program satu instruksi dalam satu waktu. Mungkin program mengatakan bahwa jika masukan pertama diaktifkan maka harus menyalakan keluaran pertama. Karena sudah tahu input mana yang aktif atau nonaktif dari langkah sebelumnya, maka akan dapat memutuskan apakah output pertama harus dihidupkan berdasarkan pada keadaan input pertama. Ini akan menyimpan hasil eksekusi untuk digunakan nanti selama langkah berikutnya.

UPDATE OUTPUT STATUS Akhirnya PLC memperbarui status output. Ini memperbarui output berdasarkan input yang ada selama langkah pertama dan hasil dari mengeksekusi program Anda selama langkah kedua. Berdasarkan contoh pada langkah 2 sekarang akan menyalakan output pertama karena input pertama aktif dan program Anda mengatakan untuk menyalakan output pertama ketika kondisi ini benar.

Response Time PLC

Response Time PLC adalah adalah fakta yang harus sobat pertimbangkan saat berbelanja PLC. Sama seperti otak sobat, PLC membutuhkan waktu tertentu untuk bereaksi terhadap perubahan.
Response Time PLC
Input, Proses menganalisa input mana aja yang aktif atau tidak aktif maka dibutuhkan waktu untuk menganalisa input.

Program Execution, Program membutuhkan waktu untuk mengeksekusi inputan yang di terima dan diolah untuk di keluarkan melalui output plc.

Output Response, Keluaran dari program yang membutuhkan waktu untuk meresponnya.

Jadi kesimpulanya Respon Time PLC = Input Response + Program Execution + Output Response. Biasanya satuanya adalah ms ( milli Secon ).

PLC beserta Software

Di Indonesia banyak sekali programmer yang menggunakan beberapa merek PLC untuk menyesuaikan kebutuhkan project dilapangan.

Dengan adanya banyak PLC yang masuk programmer Indonesia termasuk programmer multi telent karena harus menguasai setidaknya semua PLC sebab project tidak selalu bergantung dengan 1 PLC tetapi macam - macam PLC, berikut daftar PLC beserta Software yang digunakan:
PLC + SOFTWARE INFORMATION
  • PLC OMRON
    • CX Progammer
  • PLC SCHNEIDER
    • Unity Pro
    • SoMachine
    • SoMachine Basic
  • PLC MITSHUBISI
    • GX Developer
  • PLC SIEMENES
    • SIMATIC STEP 7
  • PLC PANASONIC
    • FPWIN Pro
  • PLC Allen Bradley
    • RSLOGIX 5000

Type PLC

Dulur harus tahu Type PLC itu seperti apa saja karena untuk memilih plc itu harus mengetahui type yang digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan I/O plc.

Untuk type plc sendiri setahu saya dan banyak digunakan di indonesia ini adalah 3 type plc yaitu:
  • Compact PLC
  • Modular PLC
  • Rack PLC

# Compact
Type PLC Compact
PLC dengan type compact seperti namanya compact yang artinya adalah kompak, plc ini lengkap sudah siap diprogram dan diwiring untuk menjalankan sebuah system. 

PLC compact ini sudah ada semua dari digital input, digital ouput, dan analog input maupun output. Hebatnya sekarang type kompak sudah ada yang built ini komunikasi ( RS232, RS485, dan Ethernet IP )

Kelebihan PLC type compact ini adalah
  1. Harganya yang murah dibandingkan dengan type modular maupun type rack. 
  2. Semua I/O ada dari digital input maupun output menjadi 1 dalam 1 PLC.

Kekurangan PLC type compact ini adalah
  1. Untuk Expansi sebuah modul terbatas bisa dibilang sedikit, jadi ketika memerlukan banyak I/O untuk memelih type PLC ini harus diperhitungkan lagi.
  2. Speed dari PLC lambat, untuk sebuah system proses tidak dianjurkan untuk menggunakan PLC ini. Takutnya responya lambat dan menyababkan sebuah ketidak presisian dalam berhitung maupun proses mesin.

# Modular
Type PLC Modular
PLC dengan type modular yaitu plc yang bagianya terpisah - pisah jadi harus membeli modul satu satu agar bisa menjadi sebuah plc yang bisa menjalankan system, berikut module yang harus ada dalam sebuah PLC Modular.
  1. CPU, Otak dari PLC yang harus ada.
  2. Power Supply, untuk ini bisa dipilih apakan input source 220VAC atau 24VDC. 
  3. Module Digital Input.
  4. Module Digital Output.
  5. Module Analog Input
  6. Module Analog Output.
  7. Module Komunikasi ( RS232, RS485, dan Ethernet IP ).

PLC Modular sendiri banyak digunakan untuk sebuah system proses atau yg memerlukan banyak I/O, berikut kelebihan dan kekurangan dari PLC type modular: 

Kelebihan :
  1. CPU yang cepat dibandingkan dengan type compact.
  2. Bisa diexpansi module banyak, jadi tidak kwatir dengan berapa banyak I/O yang dibutuhkan.
  3. Kecil untuk ukuranya jadi bisa rapi seperti kerata api.
Kekurangan :
  1. Harga yang mahal karena harus membeli setiap module.

# Rack 
Type PLC Rack
PLC dengan type Rack ini termasuk type high end untuk featur dan kecepatan cpu seperti halnya type modular, perbedaanya hanya di sebuah rack.

Rack ini berfungsi untuk menempatkan sebuah module - module plc hanya tinggal membuka kunci letakan dan pasang, untuk mencopotnya juga mudah kunci dibuka jabut modulenya selesai. 

Keuntungan menggunakan PLC type rack ini saat terjadi hal fatal yang menyebabkan sebuah module rusak atau error dan harus mengganti dengan module yang baru serta memerlukan waktu yang cepat untuk mengganti module tersebut, disinilah type rack ini berguna.

Fitur kusuh pada type rack ini adalah Redundant System CPU ini berfungsi untuk menukar CPU yang rusak dengan yang baru dalam 1 rack dalam hitungan ms, dan tidak mengalami sebuah download program.

Secara automatis program akan berpindah ke cpu yang baru tanpa mengalami mesin mati atau system mati, hebat kan dulur tapi harganya juga hebat.

Tidak hanya redundant system power suppy juga Duplex berfungsi sahalnya cpu spare power supply jika rusak mengganti dengan automatis dengan power supply yang baru tetapi harus dalam 1 rack PLC.

Tutorial Belajar PLC dengan Video

Baca selengkapnya »
Belajar PLC Instruction Timer simulation CX Designer

Belajar PLC Instruction Timer simulation CX Designer

Di postingan ini saya akan membahas sedikit cara pemrograman Timer pada PLC Omron menggunakan tipe CP1H.

Timer_PLC_CX Designer

Timer sangat banyak di jumpai pada pabrik yang sudah menerapkan system automasi, timer ini berguna untuk menunda waktu ( delay ), ketika waktu yang ditunda sudah tercapai maka mengeluarkan output.

Yups dulur disini saya akan memberikan contoh Timer yang berfungsi untuk menyalakan sebuah lampu, dengan menekan tombol push button ditahan sampai timer ON untuk menyalakan sebuah lampu.
Yowes lur ben gak kesuen langsung ae tutorialnya.

1. Buka dulu sebuah CX-Programmer.
2. Berikan nama Device Name sesuai selera, disini saya kasih nama TIMER.

Timer_PLC_CX Designer

3. Buat Push Button menggunakan Kontak N/O.

Timer_PLC_CX Designer

4. Arahkan Kursor ke New PLC Instruction, Klik dan drag pada garis yang terakhir.

Timer_PLC_CX Designer

5. Klik Detail.

Timer_PLC_CX Designer

6. Klik Find Instruction.


Timer_PLC_CX Designer

7. Cari Timer/Counter, pilih sebelah kanan yang TIMX(550) kemudian klik OK.

Timer_PLC_CX Designer

8. Instruction Timer ini berformat N = Alamat Timer jadi terserah mau berapa alamat addresnya dengan Batasan maksimum 4095, kemudian dulur harus ingat jangan sampai membuat alamat Timer sama, maka akan warning atau bias juga error program ente lur.

S = Set Velau yang artinya nilai yang akan dihitung mundur, disini /1 nilainya 100ms jika dulur ingin 1 detik maka nilai S = 10.

Timer_PLC_CX Designer

9. Disini saya kasih alamat 0 Lur untuk Timernya dan S 50 jadi 5 detik.

Timer_PLC_CX Designer

10. Nah alamat kontak dari Timer tinggal dikasih T depanya lur (T0000), artinya ketika timer tercapai maka alamat T0000 akan ON.

Timer_PLC_CX Designer

Buat alamat Digital Output untuk menyalakan lampu, disini saya buat alamatnya 100.00. nah sekarang tinggal di simulasikan aja lur.

Timer_PLC_CX Designer


CX-Designer untuk lengkapnya bias melihat video dibawah ini:


Wes dulur sakmene ae informasi yang saya sampaikan, akan terus update informasi yang saya pahami dan saya tulis kedalam artikel semoga bermanfaat.
Ingin lebih lanjut atau kurang paham dan mempunya pertanyaan lasung saja tulis komentar di bawah.



Baca selengkapnya »
Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Cara Setting

Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Cara Setting

Mengulas lebih dalam tentang MCCB - dunia listrik sangat banyak sekali peralatan listrik sebagai pengaman untuk keselamatan dari bahaya listrik maupun untuk mengamankan sebuah motor dan peralatan listrik lainya dari bahaya short circuit.

Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Pemilihan yang tepat

MCCB adalah singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker, sebagai pengaman terjadinya hubung singkat short circuit dan beban lebih overload agar tidak terjadinya kerusakan pada motor listrik maupun kebakaran yang disebabkan oleh short circuit yang selalu menimbulkan bunga api.

MCCB biasanya digunakan oleh industri karena MCCB hanya untuk pengaman listrik 3 phase, dan motor listrik industri juga menggunakan listrik 3 phase, jadi jika anda ingin bertemu apa itu namanya mccb dan dan digunakan untuk apa mampir deh pabrik terdekat dan minta tolong untuk dilihatkan apa itu mccb.
Pole MCCB
1 Pole
2 Pole
3 Pole
4 Pole
Karakter MCCB 
  • Hanya menggunakan 3 phase.
  • Nilai Ampere lebih dari 100A dan maksimum 1000A
  • 50 / 60 Hz
  • Menggunakan Thermal Magnetic
  • Fixed atau adjudment jadi, setinganya bisa diatur atau tidak jika memilih fixed
Cara membaca Nameplate spesifikasi MCCB
Cara membaca Nameplate spesifikasi MCCB


  1. Type Device, tipe produk mccbnya.
  2. Ui, rate insulated Voltage
  3. Uimp, rate impulse withstand voltage
  4. Ics, service breaking capacity, nilai ampere dari mccbnya.
  5. Icu, ultimate breaking capacity, ini adalah kemampuan ampere yang bisa diterima saat hubung singkat (kA)
  6. Ue, operational operation, voltage yang dianjurkan.
  7. Color lebel
  8. symbol mccb
  9. standart referensi yang sudah didapatkan.
  10. sama juga standart referensi.
Dari name plate diatas yang penting dan paham untuk anda cermati dan melihat adalah pada bagian Type Device, Ics, Icu, dan Ue karena mencapku mulai dari ampere yang diijinkan dan voltage yang diperbolehkan.
macam - macam kA
  • 36 kA
  • 50 kA
  • 85 kA
  • 100 kA
Cara Setting MCCB Schneider
Untuk mccb schneider mempunya 4 jenis tipe trip yaitu, 
  1. Magnetic trip (MA)
  2. Thermal Magnetic Trip (TM)\
  3. Micrologic 1.3
  4. Micrologic 2.0
  5. Micrologic 5/6
Dari 4 jenis module tipe trip diatas akan saya ajarkan kepada anda satu persatu untuk settingnya, bisa anda lihat untuk MA adalah tipe trip yang murah dan sedehana dan paling tinggi adalah tipe microloc 5 dan 6, ini harganya juga mahal tetapi fungsinya sangat lengkap.
Magnetic Trip (MA)
Magnetic Trip (MA)
Untuk jenis trip MA atau bisa disebut magnetic trip hanya mendukung settingan short circuit untuk settingan ampere adalah fixed jadi in-nya fixed tidak bisa diubah, begini anda membeli mccb yang tipe MA rating amperenya adalah 100A jadi in=100A tidak bisa dirubah lagi. 

Im adalah Magnetic Protection Short Circuit, di gambar atas jenis mccbnya adalah MA220 yaitu 220A dan dapat di setting Imnya sampai 3100A dengan rumus : 
Im = In x Adjust selector

pada gambar diatas settinganya langsung menunjukan nilai amperenya yang sudah dikalikan In, biasanya saya menjumpai rangenya 6- 14, jadi In bisa dikalikan antara 9 - 14 untuk settingan Im, untuk waktunya itu tidak ada jadi lasung trip jleb. 

Thermal Magnetic Trip (TM)
Thermal Magnetic Trip (TM)
Jenis trip TM ini mendukung untuk mengatur besarnya In / Ir tidak seperti jenis trip MA yang hanya Short Circuit saja. 
pada contoh diatas mccb yang dipilih adalah TM250D yang berkapasitas 250A, nah ini bisa disetting Ir-nya mulai dari 175A - 250A terdapat 4 step saja anda bisa settingnya. 

untuk Imnya anda bisa membaca penjelasanya pada bagian Trip jenis MA, disini saya jabarkan apaitu Ir, Ir adalah Thermal Protection yang berarti setting untuk overload , Ir ini mempunya range waktu antara 0.7 - 1 detik, ini fixed ya tidak bisa dirubah mungkin untuk micrologic 2.0 bisa dirubah.

Micrologic 1.3 

Setting Micrologic 1.3

Jenis trip ini sama halnya dengan MA hanya mendukung settingan Im atau short circuit bedanya hanya di range yang panjang dan terdapat waktu jeda saat short circuit.

Isd adalah Short Current Protection, sama halnya dengan Im tetapi ini beda istilah saja karena membedakan antara menggunakan Micrologic 1.3 dan MA. 

Untuk Micrologic 1.3 ini mempunya waktu tunda 10 ms atau 0.1 detik.

Micrologic 2.0 

Setting Micrologic 2.0
Nah Micrologic 2.0 ini lengkap untuk settingnya dan rangenya juga semakin banyak ada 9 step settingan jadi gini jika mempunya mccb 40A maka rangenya bisa diatur mulai 18A-40A  sesuai perkalian Ir.

Io, Setting Awal Ampere diatas menggunakan mccb 250A yang bisa disetting 9 step 100-250A.
nah dari 100 - 250A bisa disetting lagi lebih spesifik dengan mengatur Irnya.
Ir, Long Time Protection ( Overload ) ini yang menambah rangenya jadi banyak pilihan jadi tidak hanya Io.

Misal disitu terseting 100A dan Irnya bisa disetting 0.9 - 1 maka ampere yang didapatkan dari 100A adalah 40A, 45A, 50A, 55A, 63A, 70A, 80A, 90A, 100A.
dari penjelasan saya diatas pasti anda sudah paham untuk setting mccb merek schneider dengan micrologic 2.0

Micrologic 5 dan 6 

Setting Micrologic 5 dan 6
Micrologic 5 dan 6 ini jujur saya belum pernah setting dan belum pernah beli juga ini keluaran baru 2017 dari schneider, mungkin istilah saja yang akan saya jelaskan. 

Ir, Long Time Protection ( Overload )
Isd, Short Time Protection
Ig, Ground Fault Protection
li, Instantaneous Protection

Simbol MCCB 
Simbol MCCB
Ini adalah simbil dari MCCB 3 Phase yang biasanya digunakan untuk wiring diagram, terdapat 2 garis pada simbil itu menunjukan pada garis pertama adalah untuk hubung singkat dan pada garis kedua adalah untuk beban lebih atau overlaod.

Perbedaan MCB dan MCCB 
Perbedaan MCB dan MCCB
MCCB VS MCB
MCCB
  • Rating Amper antara 100 - 1000 A.
  • Memiliki kA yang besar 36 - 100kA.
  • Bisa disetting untuk Rating Amperenya.
  • Terdapat tombol Reset
  • Bentuknya yang besar
MCB
  • Rating Ampere antara 2-100A
  • kA hanya 4.5kA
  • Tidak bisa disetting untuk Rating Ampere.
  • Bentuknya yang kecil.
  • Tidak ada tombol reset. 

Sekian artikel yang saya bagi semoga bermanfaat dan terus belajar jika ada unek-unek bisa langsung komentar, saya berharap anda paham tentang mccb berserta fungsinya dan cara settingnya.
Baca selengkapnya »
Memahami MCB Miniature Circuit Breaker

Memahami MCB Miniature Circuit Breaker

Memahami MCB Miniature Circuit Breaker Assalamualaikum berjumpa lagi dengan saya, apakah anda tau apa itu MCB? ya mcb biasanya sering anda temui pada setiap rumah di indonesia bakal setiap rumah wajib menggunakan peralatan listrik ini. 
Dahulu untuk pengaman listrik sebuah rumah masih menggunakan sikring, jika sikring ini trip maka kawat atau tembaga yang dialam akan putus dan harus menggantinya lagi, semakin canggih teknologi maka sakring sudah tidak digunakan lagi karena tidak efisien. 

Banyak sekali di indonesia ini terutama dengan terjadinya kebakaran rumah karena konsleting atau hubung sikat, mcb lah peran penting untuk masalah ini tetapi banyak sekali orang indonesia yang lalai dan salah saat memilih mcb untuk PHB dirumahnya. 

Pengertian MCB Circuit Braker
MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah sebuah komponen listrik yang berguna untuk mengamankan beban lebih atau hubung singkat (Short Circuit) yang disebebkan oleh lonjakan listrik yang tidak disengaja maupun tidak disengaja.
Pengertian MCB 1 Fasa
Untuk pengertianya sama, mungkin anda bingung mcb 1 fasa itu apa, maka cuman pada sebuah instalasi saja jadi, mcb 1 fasa itu untuk mengamankan beban lebih dan hubung sikat tetapi hanya menggunakan instalasi 1 fasa, 220V dan Netral.
Pengertian MCB 3 Fasa
Suatu komponen listrik untuk mengamankan beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang instalasinya menggunakan 3 Fasa yaitu R S T.

Fungsi MCB
MCB berfungsi sebagai pengaman beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang disebabkan oleh ketidak sengajaan manusia dan disengaja oleh manusia.

Beban Lebih Overload adalah komponen listrik yang bekerja adanya listrik atau menggunakan listrik pasti membutuhkan listrik yang dikonsumsinya maka itu namanya beban, dari beban tersebut maka pengaman sangat diperlukan untuk menghindari sebuah kerusakan alat listrik seperti kulkas, tv, dll yang bisa menyebabkan timbulnya bunga api jika tidak di putus aliran listriknya. 

Bisa dikatakan Beban Lebih jika arus listrik yang dikonsumsi melebihi batas rating yang ditentukan oleh peralatan listrik, maka mcb ini akan bekerja dibawah rating maksimum alat listrik tersebut sehingga terhindardari namanya beban lebih yang mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik.

Contohnya anda mempunyai sebuah kulkas dengan rating ampere 1-4A, 4 menunjukan batas maksimum arus yang bisa dikonsumsi jika lebih dari 4A maka kulkas anda bisa rusak, dari sini anda harus memang mcb yang rating ampernya saat trip dibawah 4A untuk lebih amanya.

Hubung Singkat Adalah sebuah kejadian yang fatal untuk dunia listrik karena menimbulkan percikan bunga api, bunga api tersebut bisa besar tergantung bebanya jika beban semakin besar maka bunga api tersebut akan besar,

Hubung Singkat Short Circuit biasanya terjadi karena pertemuan antara fasa dengan netral atau ground, ini akan mempunya arus yang besar bisa lebih dari 20x dari beban listrik yang digunakan.

Saya akan menjelaskan prinsip kerjanya bedasarkan fungsi dari MCB tersebut sebagai pengaman beban lebih dan hubung singkat, mungkin mcb biasanya cuman on dan off jika ada listrik padam dari pln tetapi mcb ini memliliki prinsip kerja yang penting yang harus anda ketahui.

MCB bekerja manual dengan menaiakan atau menurukan sebuah tuas toggle yang berasa ditengah-tengah mcb, jika pada posisi atas maka mcb tersebut ON, kebalikanya jika pada posisi bawah maka mcb tersebut OFF.

MCB bekerja saat terjadi beban lebih atau Overload terdapat sebuah bimetal dengan prinsip kerjanya jika suhu pada bimetal semakin panas maka bimetal yang sudah disetting dengan suhu tertentu akan lepas, sama halnya mcb bimetal tersebut mengukur suhu dari penampang alumunium pada mcb yang dilewati arus, jika beban tersebut besar dan arus semakin tinggi maka automatis menimbulkan sebuah panas pada batang alumunium tersebut dan akan trip saat suhu sudah tercapai oleh bimetal.
untuk resetnya biasanya tunggu hingga bimetal suhu kembali normal.

MCB bekerja saat terjadi Hubung Singkat Short Circuit dalam mcb ada sebuah coil yang berfungsi jika ada arus lebih yang sangat tinggi atau hubung singkat maka coil tersebut akan penuh dan melepas mcbnya menjadi off, biasanya jika terlalu tinggi arus yang diterima coil disebabkan hubung singkat mcb tersebut akan blanket, maka mcb tersebut akan rusak tidak bisa digunakan lagi.

Jenis-jenis MCB
Jenis mcb dibedakan berdasarkan ratingnya menurut saya karena rating semain tinggi harga juga semakin tinggi, rating ini disebut curve karena pembuat mcb ini menggambarkan sebuah grafik naik keatas mangkanya dinamakan curve. 

Untuk indonesia yang terutama digunakan pada rumah banyak yang memakai Curve C karena harga dan murah dan sudah bisa mengatasi hubung singkat yang rata - rata indonesia memakasi 900 W, berikut penjelasan tentang Curva MCB dengan In yang saya tentukan yaitu 10A.
Curve B
MCB ini mempunya retting dibawah 3 In, 3 x 10 = 30A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 30A jika diatas 30A maka mcb akan rusak.
Curve C
MCB ini mempunya retting dibawah 5 -10, 10 x 10 = 100A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 100A jika diatas 100A maka mcb akan rusak.
Curve D
MCB ini mempunya retting dibawah 10 -20, 20 x 10 = 200A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 200A jika diatas 200A maka mcb akan rusak.
Bagian-bagian MCB
MCB Miniature Circuit Breaker
Sumber Image wikipedia.org


  • 1. Actuator Lever atau toggle switch, sebagai On dan Off mcb selain itu berguna untuk indikasi jika mcb ini pada posisi on atau off.
  • 2. Switch mekanis, berfungsi sebagai mekanik pemutus arus.
  • 3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
  • 4. Terminal berfungsi sebagai tempat penyambungan kabel listrik ke MCB dengan model screw.
  • 5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
  • 6. Baut untuk kalibrasi sudah disetting oleh pabrikanya.
  • 7. SolenoidCoil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik.
  • 8. Pemadam busur barah Jika terjadi percikan barah saat terjadi pemutusan atau pengaliran balik  arus listrik.

Tips 4 cara memilih MCB yang benar !
  • 1. Pastikan anda mengetahui besar beban yang akan diamankan, jika anda mempunya beban 10A maka pakailah mcb yang 10A juga jika ingin aman maka pakailah yang 9A. 
  • 2. Jika mcb dipakai di industri maka pilih yang kAnya tinggi,sebab ini yang menentukan mcb tersebut akan rusak jika terjadi hubung singkat.
  • 3. Beli mcb pada distributor resmi, karena sekarang banyak mcb yang abal-abal. 
  • 4. Merek juga menentukan kualitas jika pakai merek cina maka rating ampere yang tertara pada mcb, tidak sama dengan real. seperti ingin menggunakan mcb 50A dan beban 50A tetapi merek cina lebih baik di lebihkan ke 60A, berdasarkan pengalaman dari teman. 
Artikel yang saya bagikan ini semoga bermanfaat bagi pembaca jika ada salah atau ada pertanyaa silakan berkomentar, akhir kata semoga bermanfaat , paham tentang mcb dan tambah paham untuk memilih Miniature Circuit Breaker.
Baca selengkapnya »
Pengertian Time Delay Relay / Timer

Pengertian Time Delay Relay / Timer

Timer atau kepanjanganya Time Delay Relay adalah sebuah komponen elektronik yang dibuat untuk menunda waktu yang bisa disetting sesuai range timer tersebut, dengan memutus sebuah kontak relay yang biasanya digunakan untuk memutus atau menyalakan sebuah rangkaian kontrol.

Timer ini biasanya digunakan sebagian besar dunia industri, yang dirangkai dengan berbagai komponen elektronik juga seperti kontaktor, TOR / Overlaod , dan juga push button untuk rangkian kontrol pendukung. 
Pengertian Time Delay Relay / Timer

Fungsi Timer 
Timer berfungsi untuk menunda waktu, secara garis besar biasanya digunakan pada rangkian star delta yang memilliki tunda waktu untuk pergantian dari star ke delta. Agar mengurangi lonjakan arus yang besar, jadi diwaktu tunda dahulu sekiranya motor sudah stabil maka waktu tercapai oleh timer dan pindah ke delta.

Jenis Timer 
Timer memiliki 2 jenis yaitu secara mekanik dan secara elektronik.

  • Timer Mekanik, pemasangan ditempatkan diatas kontaktor jadi timer tersebut akan bekerja jika kontaktor bekerja dan menarik tuas timer mekanik tersebut, baru timer tersebut menghitung waktu on (Delay On).
  • Timer Elektronik, timer ini pesangan menggunakan socket ditarus pada omega ril / din rail dan diatas socket baru timer dipasang, timer ini biasanya mempunyai kaki 8 , dengan 2 kontak NO / NC + Common dan coil 1.   

Prinsip Kerja Timer 
Jika anda menggunakan timer elektronik maka timer akan bekerja ketika coil mendapatkan suntikan tengganan atau arus maka timer akan menghitung waktunya. 

Timer Mekanik bedasarkan tuas yang ditarik ini diletakan pada atas kontaktor jadi ketika kontaktor bekerja timer akan bekerja dan menghitung waktunya.

Wiring Timer
Pengertian Time Delay Relay atau Timer
  • Pin 2 : Netral
  • Pin 7 : 220V
  • Pin 1 : Common untuk 3 dan 4
  • Pin 3 : Kontak NC (Normaly Close)
  • Pin 4 : Kontak NO (Normaly Open)
  • Pin 8 : Common untuk 5 dan 6
  • Pin 5 : Kontak NC (Normaly Close)
  • Pin 6 : Kontak NO (Normaly Open)
Harga Timer
Harga Timer yang elektronik berkisaran antara 200 rb - 500 rb tergantung mereknya.

Baca selengkapnya »
Home