PLC Omron 3 - Instruksi SET & RSET (Set & Reset)

PLC Omron 3 - Instruksi SET & RSET (Set & Reset)

Kembali lagi gan untuk pembelajaran PLC Season 3, kali ini akan saya membagikan sebuah instruksi yang sering dipakai oleh programmer di indonesia ini.

Instruksi SET dan RESET pasti sudah pada tahu kalau artinya untuk fungsinya bagaimana? langsung saja akan saya bahas dengan detail dari pengalaman saya.

Pengertian Instruksi SET

Kita ketahui dahulu bagaimana untuk simbol instruksi SET sebagai berikut
.
Pengertian Instruksi SET
Dari simbol tersebut menerangkan sebuah instruksi SET bekerja jika ada input dan memberikan alamat B sebagai output dari SET tersebut.

Akan saya gambar lagi agar lebih jelas.

Pengertian Instruksi SET

Gambar diatas menerangkan bahwa SET akan menghidupkan bit operan ketika kondisi eksekusi ON, dan tidak mempengaruhi status bit operan ketika kondisi eksekusi OFF. Gunakan RSET untuk mematikan sedikit yang telah ON dengan SET.

Jadi gini bahasa gampangnya, fungsi set ini akan bekerja sekali maksudnya ketika meberikan input pada instruksi SET, maka addres B akan ON meskipun inputnya tadi OFF alamat B ini akan ON terus sampai perintah Reset dengan alamat B yang sama.

Perlu diingat untuk instruksi SET ini berbeda denga instruksi KEEP karena set dan reset KEEP dalam 1 instruksi.

Pengertian Instruksi RSET

RSET adalah sebuah perintah untuk mereset dari perintah SET jadi ada hubunganya, seperti remote dan lokal tetapi ini adalah sebuah instruksi RSET.

Berikut simbol dari RSET.
Pengertian Instruksi RSET

RSET bekerja ketika mendapat sebuah inputan kemudian diproses untuk mereset address B yang semulanya adalah Bit 1 akan menjadi Bit 0 begitu prinsip kerjanya.

Akan saya kasih gambar lagi agar tambah paham lagi.

Pengertian Instruksi RSET

RSET mengubah operan bit OFF ketika kondisi eksekusi ON, dan tidak mempengaruhi status bit operan ketika kondisi eksekusi OFF. Gunakan SET untuk menghidupkan sedikit yang telah dimatikan dengan RSET.

Perbedaan SET & RSET dengan COIL. 

  1. Coil hanya bekerja ketika mendapat inputan dan mati ketika tidak mendapat sebuah inputan, sedangkan SET & RSET Inputan ON dan OFF adalah 1 maksdunya jika ingin menyala maka SET dikasih bit 1. Jika ingin matikan (OFF) dengan memberikan bit 1 pada RSET. 
  2. Input yang diatur dan diatur ulang untuk instruksi KEEP (011) harus diprogram dengan instruksi tersebut, tetapi instruksi SET dan RSET dapat diprogram sepenuhnya secara independen. Selanjutnya, bit yang sama dapat digunakan sebagai operan dalam sejumlah instruksi SET atau RSET.


Contoh Program Instruksi SET & RSET

Contoh Program Instruksi SET & RSET

  • 0.01 = DI Set 
  • 0.02 = DI Reset
  • 0.03 = Coil Set & Rset
Dari Contoh Diagram Ladder diatas yang menggunakan software CX Programmer, bisa saya simpulkan sistem kerjanya seperti ini:

  1. Ketika Alamat 0.01 ON akan meberikankan inputan bisa menggunakan inputan DIFU, pada instruksi SET
  2. Instruksi SET mengelolah dan me-outputkan alamat 0.03 sehingga menyala (ON).
  3. Alamat 0.01 dimatikan atau OFF maka SET atau alamat 0.03 tetap menyala. 
  4. Untuk mematikanya berikan input pada Instruksi RSET dengan memberikan input melalui alamat 0.02.
  5. Setelah Mendapat inputan untuk Instruksi RSET maka alamat 0.03 akan mati atau OFF.
  6. Berikut gambar jika sudah ON. 
Contoh Program Diagram Ladder SET & RSET ON

Semoga bermanfaat dan terus belajar jika ada dipertanyakan tinggalkan komentar di bawah ya. 
Baca selengkapnya »
PLC Omron 2 - Instruksi KEEP

PLC Omron 2 - Instruksi KEEP

Pada pembelajaran plc omron yang ke 2 ini, akan saya bahas tentang printah atau instruksi KEEP, pasti sudah tahu arti kata KEEP adalah menjaga atau kalau saya bilang mengunci.

Oke keterangan lebih lanjut langsung baca dibawah gan.

Instruksi KEEP 

Instruksi KEEP adalah sebuah perintah plc yang berfungsi sebagai coil untuk menjaga atau mengunci alamat pada coil tersebut.

Bisa diartikan menyederhanakan sebuah rangkaian pengunci atau relay lets tanpa perlu kontak bantu, jadi hanya tombol on dan off.

Perintah KEEP untuk tombol ON adalah Set sedangkan OFF adalah Reset.

Instruksi KEEP

Membuat Instruksi KEEP

Buat dahulu alamatnya seperti saya contohkan dibawah ini.
  • 0.01 = Digital Input untuk SET 
  • 0.02 = Digital Input untuk Reset 
  • 0.03 = Output KEEP (B)

Ketika sudah menentukan alamatnya tinggal membuat instruksi KEEP

  • Tekan pada keyboard (I) untuk membuat sebuah instruksi.
  • Letakan pada pojok ledder dan klik. 
  • Masukan pada kolom instruksi dengan "KEEP", kemudian spasi.
  • Masukan alamat Bit 0.03. Enter.
  • Instruksi KEEP sudah bisa dipakai.
  • Buat kontak N/O dengan menekan tombol (C) pada keyboard.
  • Masukan alamat 0.01 kemudian entek dan kasih koment SET.
  • Buat lagi kontak N/O dan memberi alamat 0.02 dan dikasih koment RESET, Enter. 

Langkah-langkah diatas akan membuat sebuah diagram ledder dengan menggunakan software CX Programmer seperti dibawah ini.

Contoh Program Instruksi KEEP


Prinsip Kerja Instriksi KEEP

Pada gambar diatas dapat saya terangkan prinsip kerjanya, instruksi keep akan bekerja jika ada sebuah inputan bisa menggunakan perintah DIFU atau DIFD (0.01) kemudian instruksi KEEP akan memproses inputan tersebut.

Sehingga 0.03 akan menyala karena mendapat sebuah input dari 0.01, 0.03 akan menyala terus.

Untuk mematikanya instruksi KEEP membutuhkan sebuah reset (0.02) alamat tersebut akan memberikan sebuah inputan pada Instriksi KEEP yang berfungsi sebagai reset.

Maka 0.03 akan mati atau OFF.

Sederhanyanya seperti program berikut.

Instruksi KEEP

Pada gambar Diagram Ladder diatas bisa anda lihat, dari rangkaian untuk ON dan OFF memerlukan sebuah 3 kontak ( A, B, C).

Sedangkan menggunakan sebuah instruksi KEEP hanya menggunakan 2 kontak saja untuk Set dan Reset perintah KEEP yaitu (A dan B).

Kesimpulan Instruksi KEEP

Disini akan saya simpulkan bahwa instruksi KEEP mempermudah beserta memperkecil pemakaian memory plc dan terlihat sangat simpel.

Dengan adanya instruksi KEEP ini untuk membuat sebuah program ON dan OFF saja membutuhkan 2 kontak input saja sebagai Set dan Reset.

Dari kesimpulan saya semoga bisa tambah giat belajar tentang Pemrograman PLC.
Baca selengkapnya »
PLC Omron 1 - DIFU & DIFD (Different Up & Different Down)

PLC Omron 1 - DIFU & DIFD (Different Up & Different Down)

Pada Belajar plc omron pertama ini, akan saya terangkan untuk mengenal perintah atau intruksi dari DIFU & DIFD (Different Up & Different Down).

Ini langkah awal akan ada langkah selanjutnya agar mahir atau mudah dalam belajar tentang plc omron untuk pemrograman.

Mengenal apa itu DIFU (Different Up)

DIFU atau bisa disebut dengan Different Up adalah sebuah instruksi untuk mengubah sebuah nilai operant (bit) dalam 1 siklus atau pulse.

DIFU & DIFD (Different Up & Different Down)

1 siklus artinya hanya on dari kiri ke kanan dalam sebuah ledder sesaat saja, menyatakan hasil dari operator logis (instruksi) seperti AND, OR, dan BUKAN sebagai sinyal biner (ON / OFF).

DIFU & DIFD (Different Up & Different Down)

Pada gambar diatas adalah sebuah contoh program Berbentuk Diagram Ladder dengan software yang bernama CX Programmer untuk menggunakan perintah DIFU.

DIFU sering digunakan untuk sebuah push button dalam kondisi tertentu, karena DIFU sendiri prinsip kerjanya seperti push button.

Cara menggunakan Instruksi DIFU 

  • Tekan pada Keyboard (I), atau pilih pada curso instruksi pada CX programmer.
  • Letakan pada pojok ladder kemudian enter. 
  • Beri intruksi atau tulis pada kolom dengan DIFU, kemudian spasi.
  • Masukan alamat atau address bit seperti 0.01 atau W0.01
  • Tekan Enter, Instruksi DIFU sudah dibuat untuk menyalakan address 0.01

Contoh Program DIFU 

Dalam gambar diatas adalah sebuah contoh program dengan alamat 1.00 itu sebagai trigger. Kemudian 0.01 adalah alamat output dari DIFU. 

Ketika 1.00 saya ON maka DIFU akan menerima input dari 1.00 dan memberikan 1 siklus pada 0.01 secara cepat. 

Jika anda membuat program diatas dan disimulasikan tidak akan nampak kalau 0.01 menyala, jadi buat sebuah let relay agar tau jika address 0.01 menyala, seperti gambar dibawah ini. 

Contoh Program DIFU

Berikut gambar Diagram Ladder ketika DIFU bekerja dengan mengasi tigger bit 1 pada alamat 1.00 dan saya kembalikan lagi bit 0. 
Contoh Program DIFU ON

Mengenal apa itu DIFD (Different Down)

Untuk Different Down atau DIFD itu sama halnya dengan DIFU karena perbedaanya hanya di UP dan di Down akan saya jelaskan.

Seperti Push button jika kita menombol maka akan menyala itu adalah DOWN ketika tombol kebawah.

Jika push button dilepas maka akan kembali keatas lah disitulah DIFU ( UP ), gampangkan untuk sebuah logikanya itu menurut saya.
Different Down

Sekian untuk pengetahuan instruksi DIFU dan DIFD, semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Pengertian dan Cara Kerja Potensionmeter Beserta Fungsinya

Pengertian dan Cara Kerja Potensionmeter Beserta Fungsinya

Pengertian Potensiometer, Sering anda jumpai pada sebuah alat elektronik seperti speaker yang volume suaranya bisa dibesarkan atau dikecil dengan sebuah komponen potensio.
Pengertian dan Cara Kerja Potensionmeter Beserta Fungsinya

Potensiometer adalah sebuah jenis resistor yang mengatur sebuah tahanan atau hambatan secara linier atau Komponen resistif tiga kawat yang bertindak sebagai pembagi tegangan yang menghasilkan sinyal output tegangan variabel kontinu yang sebanding dengan posisi fisik wiper di sepanjang trek.

Nama "potensiometer" adalah kombinasi dari kata-kata Potensi Perbedaan dan Pengukuran, yang berasal dari masa awal pengembangan elektronik.

Saat ini, potensiometer jauh lebih kecil dan jauh lebih akurat daripada resistansi variabel besar dan seperti kebanyakan komponen elektronik, ada banyak jenis dan nama mulai dari resistor variabel, preset, trimmer, rheostat, dan tentu saja variabel potensiometer.

Potensiometer

Prinsip kerja Potensiometer

Potensio bekerja seperti resistor dengan semakin besar tahanan maka output (volt) semakin kecil, dan sebaliknya semakin kecil tahanan (ohm) maka output (volt) semakin besar.

Prinsip kerja Potensiometer
Ketika digunakan sebagai potensiometer, koneksi dibuat untuk kedua ujungnya serta penghapus, seperti yang ditunjukkan. Posisi penghapus kemudian memberikan sinyal output yang sesuai (pin 2) yang akan bervariasi antara level tegangan yang diterapkan ke satu ujung trek resistif (pin 1) dan yang di sisi lain (pin 3).

Fungsi Potensiometer

Potensiometer memiliki prinsip kerja yang bisa mengubah nilai dari sebuah hambatan secara linier yang dapat mempunyai banyak fungsi seperti :
  • Untuk mengatur sebuah volume mixer atau sound system.
  • Untuk membagi sebuah tegangan.
  • Untuk pengendali sebuah level sinyal.

Jenis-jenis Potensiometer

Potensio meter memiliki 3 jenis yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda tetapi memiliki prinsip kerja yang sama, yaitu :

1.Potensiometer Putar
Potensiometer putar (tipe paling umum) memvariasikan nilai resistifnya sebagai hasil dari pergerakan sudut. Memutar kenop atau dial yang terpasang pada poros menyebabkan penyeka internal menyapu elemen resistif melengkung. 

Penggunaan potensiometer putar yang paling umum adalah pot kontrol volume. 

Potensiometer multi-putaran memungkinkan untuk rotasi poros lebih dari 360 derajat perjalanan mekanis dari satu ujung trek resistif ke yang lain. Pot multi-putaran lebih mahal, tetapi sangat stabil dengan presisi tinggi yang digunakan terutama untuk pemangkasan dan penyesuaian presisi. 

Dua potensiometer multi-putaran paling umum adalah 3-turn (1080 o ) dan 10-turn (3600 o ), tetapi pot 5-turn, 20-turn, dan 25-turn yang lebih tinggi tersedia dalam berbagai nilai ohmik.
 
2.Potensiometer slider
Potensiometer penggeser, atau pot geser, dirancang untuk mengubah nilai resistansi kontaknya dengan gerakan linier dan dengan demikian terdapat hubungan linier antara posisi kontak penggeser dan resistansi keluaran.

Potensiometer slide terutama digunakan dalam berbagai peralatan audio profesional seperti mixer studio, fader, equalizer grafis, dan konsol kontrol nada audio yang memungkinkan pengguna untuk melihat dari posisi kenop kotak plastik atau pegangan jari pengaturan aktual slide. .

Salah satu kelemahan utama dari potensiometer slider adalah bahwa mereka memiliki slot terbuka yang panjang untuk memungkinkan roda penghapus bergerak bebas dan naik turun di sepanjang trek resistif. Slot terbuka ini membuat trek resistif di dalam rentan terhadap kontaminasi dari debu dan kotoran, atau oleh keringat dan minyak dari tangan pengguna. Penutup dan layar slotted felt dapat digunakan untuk meminimalkan efek kontaminasi trek resistif.

3.Potensiometer Preset dan Trimmer
Potensiometer preset atau trimmer adalah potensiometer tipe "set-and-forget" kecil yang memungkinkan penyesuaian yang sangat halus atau sesekali mudah dilakukan ke sirkuit, (misalnya untuk kalibrasi). Potensiometer preset putar satu putaran adalah versi mini dari resistor variabel standar yang dirancang untuk dipasang langsung pada papan sirkuit tercetak dan disesuaikan dengan menggunakan obeng berbilah kecil atau alat plastik serupa.

Secara umum, pot preset jalur karbon linier ini memiliki desain kerangka terbuka atau bentuk persegi tertutup yang setelah rangkaian disesuaikan dan pengaturan pabrik, kemudian dibiarkan pada pengaturan ini, hanya disesuaikan lagi jika beberapa perubahan terjadi pada pengaturan rangkaian.

Karena konstruksi terbuka, kerangka prasetel rentan terhadap degradasi mekanis dan listrik yang memengaruhi kinerja dan akurasi sehingga karenanya tidak cocok untuk penggunaan terus-menerus, dan karenanya, panci prasetel hanya diberi peringkat mekanis untuk beberapa ratus operasi. Namun, biaya rendah, ukuran kecil dan kesederhanaannya membuatnya populer dalam aplikasi rangkaian non-kritis.

Preset dapat disetel dari nilai minimum ke maksimum dalam satu putaran, tetapi untuk beberapa sirkuit atau peralatan, kisaran penyesuaian yang kecil ini mungkin terlalu kasar untuk memungkinkan penyesuaian yang sangat sensitif. Namun, resistor variabel multi-putaran, beroperasi dengan menggerakkan lengan penghapus menggunakan obeng kecil beberapa putaran, mulai dari 3 putaran hingga 20 putaran memungkinkan penyesuaian yang sangat baik.

Potensiometer trimmer atau "pot trim" adalah perangkat multi-putaran persegi panjang dengan trek linier yang dirancang untuk dipasang dan disolder langsung ke papan sirkuit baik melalui lubang atau sebagai permukaan-mount. Ini memberikan pemangkas baik sambungan listrik maupun pemasangan mekanis dan membungkus track di dalam wadah plastik untuk menghindari masalah debu dan kotoran selama penggunaan yang terkait dengan preset kerangka.
Baca selengkapnya »
Cara Menghitung Satuan Volt, Ampere, dan Watt

Cara Menghitung Satuan Volt, Ampere, dan Watt

Sangat penting untuk mengetahui satuan dalam bidang yang ingin anda pahami, dalam bidang listrik untuk mengetahui satuan seperti volt, ampere, dan watt.

Ketika anda tidak mengetahui satuan dari bidang listrik ini sama saja dengan tidak tahu dalam teori dasar dan anda sekarang bisa memperlajari dengan jelas dalam artikel saya berikan ini.

Saya akan memberikan langkah demi langkah agar mudah untuk dipahami.

Cara Menghitung Satuan Volt, Ampere, dan Watt

Pengertian Volt 

Volt (Voltage) adalah standart satuan listrik yang menunjukan atau menerangkan sebuah nilai tegangan dalam listrik.

Volt atau bisa disebut tegangan hanya bisa diukur dengan alat yang bernama voltmeter atau multitester, volt mempunyai bermacam-macam nilai tegangan dan juga tipe atau karekter yang berbeda.

Volt Mempunyai 2 tipe atau karakter.

Volt atau tegangan listrik ini mempunyai jenis 2 tipe yaitu tegangan AC atau bisa disebut tegangan bolak-balik. kemudian tegangan DC (Direct Current) atau bisa disebut dengan tegangan searah.

Untuk mengatahui apa itu tegangan AC atau DC sangat mudah, cukup menggunakan test pen tetapi ini tidak terlalu akurat tetapi membantu untuk mempercepat mengetahui tegangan AC atau DC.

Letakan testpen pada sumber tegangan, jika testpen menyala dengan terang maka bisa anda nyatakan itu tegangan AC.

Jika lampu pada test pen tidak menyala itu bisa netral dari tegangan AC. Jadi untuk mengetahui tegangan DC dengan akurat menggunakan alat Multimeter.

Macam - Macam nilai Volt (Tegangan)

Nilai Volt pada Tegangan AC
  • 110V AC
  • 220V AC
  • 380V AC
  • 6.000V AC atau 6kV AC (bisa dibilang TM, Tegangan Menengah)
  • 20.000V AC atau 20kV AC
  • 75.000V AC atau 75kV AC (bisa dibilang TT, Tegangan Tinggi)
  • 500.000V AC atau 500kV AC (bisa dibilang SUTET, Saluran Tegangan Extra Tinggi)
Untuk lebih jelasnya jenis-jenis Tegangan Menengah (Medium Voltage)

Nilai Volt pada Tegangan DC
  • 1,5V DC
  • 5V DC
  • 9V DC
  • 12V DC
  • 19V DC
  • 24V DC

Contoh Aplikasi Tegangan AC 

  • TV menggunakan sumber tegangan 220V AC, sering anda jumpai dan mungkin selalu dipakai setiap hari.
  • Magic Com atau penanak nasi, alat ini menggunakan tegangan 220V AC karena menggunakan sebuah element.
  • Motor Induksi yang sering digunakan pada industri pabrik untuk menggerakan sebuah mesin menggunakan tegangan 380V AC. 
  • Motor Pompa Air dirumah, pompa air ini menggunakan sebuah tegangan 220V AC.

Contoh Aplikasi Tegangan DC

  • Jam tangan menggunakan tegangan DC sebesar 1.5V yang berasal dari battery. 
  • Smart phone juga menggunakan tegangan DC sebesar 3,7 - 5V DC.
  • Lampu LED untuk sekarang banyak yang menggunakan tegangan DC 12V, seperti lampu led yang dipakai pada sepeda motor yang berasal dari accu atau kiprok.

Rumus Tegangan (Volt)

V = I x R 

V  : Tegangan (Volt)
I   : Ampere (Arus)
R  : Hambatan  

Contoh Soal tentang Tegangan (Volt)

Diketahui lampu led mempunyai arus sebesar 5A dan mempunyai hambatan(R) sebesar 50 ohm, berapakah tegangannya ?

Diketahui :
I : 5A
R : 50 ohm
Ditanya... V tegangan ?
Jawab:
  • V = I x R
  • V = 5 x 50
  • V = 250 V
Semakin besar arus maka tegangan akan semakin besar jika nilai R tetap, sama halnya nilai R jika semakin tinggi maka volt juga semakin tinggi.

Pengertian Ampere atau Arus

Ampere atau bisa disebut dengan Arus Listrik adalah sebuah satuan yang menunjukan sebuah arus listrik yang digunakan atau yang dialiri listrik.

Ampere ini bisa dilihat nilainya menggunakan Multimeter dan juga menggunakan tang ampere ini alat yang paling mudah digunakan.

Satuan Ampere ini sering kita jumpai pada sebuah sepesifikasi pompa air, seperti pompa air ini memiliki sepesifikasi 1 Ampere pada tegangan 220V AC.
Cara Menghitung Satuan Volt, Ampere, dan Watt

Satuan Ampere sering digunakan untuk menentukan sebuah pengaman listrik yang biasa disebut dengan MCB (Miniature Circuit Breaker).

Biasanya ketika anda membeli sebuah MCB pasti ditanyakan berapa Ampere? , ada yang 2A atau 4A dan seterusnya.

Ampere bisa dihitung dalam Ampere 3 Phase dan 1 Phase.

Rumus Tegangan (Volt)

I = V / R 

V  : Tegangan (Volt)
I   : Ampere (Arus)
R  : Hambatan (Ohm)

Contoh Soal tentang Ampere (A)

Diketahui pompa air mempunyai hambatan 35 ohm dan tegangan 220V berapa amperenya ?

Diketahui :
V : 220V
R : 35 ohm
Ditanya... I Arus Pompa Air ?
Jawab:
  • I = V / R
  • I = 220 x 35
  • I = 6 A
Nilai dari teganan sangat berpengaruh dalam nilai ampere tersebut, tetapi ampere menunjukan beban yang sedang dipakai (A).

Pengertian Daya (Watt)

Watt adalah sebuah satuan yang menunjukan sebuah nilai daya atau power bisa juga dibilang kapasitas listrik.

Satuan Watt dalam sebuah lampu LED yang sekarang sudah banyak anda pakai atau jumpai pada rumah.

Lampu LED mempunyai sepesifikasi 220V 6W (Watt), jadi kapasitas Lampu LED tersebut adalah 6 Watt.
Cara Menghitung Satuan Volt, Ampere, dan Watt

Semakin besar Watt pada lampu LED tersebut semakin terang lampu tersebut atau semakin banyak lumens yang dihasilkan.

Rumus Daya (Watt)

P = I x R x I
P = I² x R
P = V x I 

P   : Daya (Watt)
V  : Tegangan (Volt)
I   : Ampere (Arus)
R  : Hambatan (Ohm)

Dari rumus diatas P = V x I ini adalah rumus daya yang sering digunakan dalam sebuah listrik di indonesia.

Perlu dipahami dari rumus daya ini, jika semakin tinggi ampere maka daya yang dipakai akan semakin tinggi apabila tegangan tetap (220V).

Contoh Soal tentang Satuan Daya (Watt)

Diketahui Magic Com mempunyai sebuah sepesifikasi 220V untuk tegangan supply dan mempunyai sebuah Arus 0.8 A, Berapakah nilai dari Daya tersebut ?

Diketahui :
V : 220 V
I : 0.8 A
Ditanya... Daya (P) ?
Jawab:
  • P = V x I
  • P = 220 x 0.8
  • P = 176 W

Catatan untuk Satuan Ampere, Watt dan Volt


  • 1 Ampere Berapa Watt
P = V x I
P = 220 x 1
P = 220 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V maka 1 Ampere 220 Watt.
  • 1 Ampere Berapa Watt 1 Phase
P = V x I
P = 220 x 1
P = 220 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 1 Ampere 220 Watt.
  • 1 Ampere Berapa Watt 3 Phase
P = V x I x Cos Phi
P = 380 x 1 x 0.9
P = 342 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 980 V Phase R dan Phase S maka 1 Ampere = 342 Watt.
  • 10 Ampere Berapa Watt
P = V x I
P = 220 x 10
P = 2200 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 10 Ampere 2200 Watt atau 2,2 kW.
  • 16 Ampere Berapa Watt 
P = V x I
P = 220 x 16
P = 2200 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 16 Ampere 3520 Watt atau 3,52 kW.
  • 1 Volt Berapa Watt 
P = V x I
P = 1 x 25
P = 25 Watt
Jadi jika Ampere yang digunakan adalah 25 Ampere maka 1 Volt = 25 Watt.
  • 12 Volt Berapa Watt
P = V x I
P = 12 x 25
P = 300 Watt
Jadi jika Ampere yang digunakan adalah 25 Ampere maka 12 Volt = 300 Watt.
  • 220V Berapa Watt
P = V x I
P = 220 x 0.5
P = 110 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 0.5 Ampere 110 Watt.
Baca selengkapnya »
Beranda