Cara Pemrograman Timer PLC dengan CX Designer

Cara Pemrograman Timer PLC dengan CX Designer

Di postingan ini saya akan membahas sedikit cara pemrograman Timer pada PLC Omron menggunakan tipe CP1H.

Timer_PLC_CX Designer

Timer sangat banyak di jumpai pada pabrik yang sudah menerapkan system automasi, timer ini berguna untuk menunda waktu ( delay ), ketika waktu yang ditunda sudah tercapai maka mengeluarkan output.

Yups dulur disini saya akan memberikan contoh Timer yang berfungsi untuk menyalakan sebuah lampu, dengan menekan tombol push button ditahan sampai timer ON untuk menyalakan sebuah lampu.

Yowes lur ben gak kesuen langsung ae tutorialnya.

1. Buka dulu sebuah CX-Programmer.
2. Berikan nama Device Name sesuai selera, disini saya kasih nama TIMER.

Timer_PLC_CX Designer

3. Buat Push Button menggunakan Kontak N/O.

Timer_PLC_CX Designer

4. Arahkan Kursor ke New PLC Instruction, Klik dan drag pada garis yang terakhir.

Timer_PLC_CX Designer

5. Klik Detail.

Timer_PLC_CX Designer

6. Klik Find Instruction.


Timer_PLC_CX Designer

7. Cari Timer/Counter, pilih sebelah kanan yang TIMX(550) kemudian klik OK.

Timer_PLC_CX Designer

8. Instruction Timer ini berformat N = Alamat Timer jadi terserah mau berapa alamat addresnya dengan Batasan maksimum 4095, kemudian dulur harus ingat jangan sampai membuat alamat Timer sama, maka akan warning atau bias juga error program ente lur.

S = Set Velau yang artinya nilai yang akan dihitung mundur, disini /1 nilainya 100ms jika dulur ingin 1 detik maka nilai S = 10.

Timer_PLC_CX Designer

9. Disini saya kasih alamat 0 Lur untuk Timernya dan S 50 jadi 5 detik.

Timer_PLC_CX Designer

10. Nah alamat kontak dari Timer tinggal dikasih T depanya lur (T0000), artinya ketika timer tercapai maka alamat T0000 akan ON.

Timer_PLC_CX Designer

Buat alamat Digital Output untuk menyalakan lampu, disini saya buat alamatnya 100.00. nah sekarang tinggal di simulasikan aja lur.

Timer_PLC_CX Designer


CX-Designer untuk lengkapnya bias melihat video dibawah ini:


Wes dulur sakmene ae informasi yang saya sampaikan, akan terus update informasi yang saya pahami dan saya tulis kedalam artikel semoga bermanfaat.
Ingin lebih lanjut atau kurang paham dan mempunya pertanyaan lasung saja tulis komentar di bawah.



Baca selengkapnya »
Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Cara Setting

Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Cara Setting

Mengulas lebih dalam tentang MCCB - dunia listrik sangat banyak sekali peralatan listrik sebagai pengaman untuk keselamatan dari bahaya listrik maupun untuk mengamankan sebuah motor dan peralatan listrik lainya dari bahaya short circuit.

Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Pemilihan yang tepat

Apa itu MCCB ?

MCCB adalah singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker, sebagai pengaman terjadinya hubung singkat short circuit dan beban lebih overload agar tidak terjadinya kerusakan pada motor listrik maupun kebakaran yang disebabkan oleh short circuit yang selalu menimbulkan bunga api.

MCCB biasanya digunakan oleh industri karena MCCB hanya untuk pengaman listrik 3 phase, dan motor listrik industri juga menggunakan listrik 3 phase, jadi jika anda ingin bertemu apa itu namanya mccb dan dan digunakan untuk apa mampir deh pabrik terdekat dan minta tolong untuk dilihatkan apa itu mccb.
Pole MCCB
1 Pole
2 Pole
3 Pole
4 Pole

Karakter MCCB 

  • Hanya menggunakan 3 phase.
  • Nilai Ampere lebih dari 100A dan maksimum 1000A
  • 50 / 60 Hz
  • Menggunakan Thermal Magnetic
  • Fixed atau adjudment jadi, setinganya bisa diatur atau tidak jika memilih fixed

Cara membaca Nameplate spesifikasi MCCB

Cara membaca Nameplate spesifikasi MCCB


  1. Type Device, tipe produk mccbnya.
  2. Ui, rate insulated Voltage
  3. Uimp, rate impulse withstand voltage
  4. Ics, service breaking capacity, nilai ampere dari mccbnya.
  5. Icu, ultimate breaking capacity, ini adalah kemampuan ampere yang bisa diterima saat hubung singkat (kA)
  6. Ue, operational operation, voltage yang dianjurkan.
  7. Color lebel
  8. symbol mccb
  9. standart referensi yang sudah didapatkan.
  10. sama juga standart referensi.
Dari name plate diatas yang penting dan paham untuk anda cermati dan melihat adalah pada bagian Type Device, Ics, Icu, dan Ue karena mencapku mulai dari ampere yang diijinkan dan voltage yang diperbolehkan.
macam - macam kA
  • 36 kA
  • 50 kA
  • 85 kA
  • 100 kA

Cara Setting MCCB Schneider

Untuk mccb schneider mempunya 4 jenis tipe trip yaitu, 
  1. Magnetic trip (MA)
  2. Thermal Magnetic Trip (TM)\
  3. Micrologic 1.3
  4. Micrologic 2.0
  5. Micrologic 5/6
Dari 4 jenis module tipe trip diatas akan saya ajarkan kepada anda satu persatu untuk settingnya, bisa anda lihat untuk MA adalah tipe trip yang murah dan sedehana dan paling tinggi adalah tipe microloc 5 dan 6, ini harganya juga mahal tetapi fungsinya sangat lengkap.

Magnetic Trip (MA)

Magnetic Trip (MA)
Untuk jenis trip MA atau bisa disebut magnetic trip hanya mendukung settingan short circuit untuk settingan ampere adalah fixed jadi in-nya fixed tidak bisa diubah, begini anda membeli mccb yang tipe MA rating amperenya adalah 100A jadi in=100A tidak bisa dirubah lagi. 

Im adalah Magnetic Protection Short Circuit, di gambar atas jenis mccbnya adalah MA220 yaitu 220A dan dapat di setting Imnya sampai 3100A dengan rumus : 
Im = In x Adjust selector

pada gambar diatas settinganya langsung menunjukan nilai amperenya yang sudah dikalikan In, biasanya saya menjumpai rangenya 6- 14, jadi In bisa dikalikan antara 9 - 14 untuk settingan Im, untuk waktunya itu tidak ada jadi lasung trip jleb. 

Thermal Magnetic Trip (TM)

Thermal Magnetic Trip (TM)
Jenis trip TM ini mendukung untuk mengatur besarnya In / Ir tidak seperti jenis trip MA yang hanya Short Circuit saja. 
pada contoh diatas mccb yang dipilih adalah TM250D yang berkapasitas 250A, nah ini bisa disetting Ir-nya mulai dari 175A - 250A terdapat 4 step saja anda bisa settingnya. 

untuk Imnya anda bisa membaca penjelasanya pada bagian Trip jenis MA, disini saya jabarkan apaitu Ir, Ir adalah Thermal Protection yang berarti setting untuk overload , Ir ini mempunya range waktu antara 0.7 - 1 detik, ini fixed ya tidak bisa dirubah mungkin untuk micrologic 2.0 bisa dirubah.

Micrologic 1.3 

Setting Micrologic 1.3

Jenis trip ini sama halnya dengan MA hanya mendukung settingan Im atau short circuit bedanya hanya di range yang panjang dan terdapat waktu jeda saat short circuit.

Isd adalah Short Current Protection, sama halnya dengan Im tetapi ini beda istilah saja karena membedakan antara menggunakan Micrologic 1.3 dan MA. 

Untuk Micrologic 1.3 ini mempunya waktu tunda 10 ms atau 0.1 detik.

Micrologic 2.0 

Setting Micrologic 2.0
Nah Micrologic 2.0 ini lengkap untuk settingnya dan rangenya juga semakin banyak ada 9 step settingan jadi gini jika mempunya mccb 40A maka rangenya bisa diatur mulai 18A-40A  sesuai perkalian Ir.

Io, Setting Awal Ampere diatas menggunakan mccb 250A yang bisa disetting 9 step 100-250A.
nah dari 100 - 250A bisa disetting lagi lebih spesifik dengan mengatur Irnya.
Ir, Long Time Protection ( Overload ) ini yang menambah rangenya jadi banyak pilihan jadi tidak hanya Io.

Misal disitu terseting 100A dan Irnya bisa disetting 0.9 - 1 maka ampere yang didapatkan dari 100A adalah 40A, 45A, 50A, 55A, 63A, 70A, 80A, 90A, 100A.
dari penjelasan saya diatas pasti anda sudah paham untuk setting mccb merek schneider dengan micrologic 2.0

Micrologic 5 dan 6 

Setting Micrologic 5 dan 6
Micrologic 5 dan 6 ini jujur saya belum pernah setting dan belum pernah beli juga ini keluaran baru 2017 dari schneider, mungkin istilah saja yang akan saya jelaskan. 

Ir, Long Time Protection ( Overload )
Isd, Short Time Protection
Ig, Ground Fault Protection
li, Instantaneous Protection

Simbol MCCB 

Simbol MCCB
Ini adalah simbil dari MCCB 3 Phase yang biasanya digunakan untuk wiring diagram, terdapat 2 garis pada simbil itu menunjukan pada garis pertama adalah untuk hubung singkat dan pada garis kedua adalah untuk beban lebih atau overlaod.

Perbedaan MCB dan MCCB 

Perbedaan MCB dan MCCB
MCCB VS MCB
MCCB
  • Rating Amper antara 100 - 1000 A.
  • Memiliki kA yang besar 36 - 100kA.
  • Bisa disetting untuk Rating Amperenya.
  • Terdapat tombol Reset
  • Bentuknya yang besar
MCB
  • Rating Ampere antara 2-100A
  • kA hanya 4.5kA
  • Tidak bisa disetting untuk Rating Ampere.
  • Bentuknya yang kecil.
  • Tidak ada tombol reset. 

Sekian artikel yang saya bagi semoga bermanfaat dan terus belajar jika ada unek-unek bisa langsung komentar, saya berharap anda paham tentang mccb berserta fungsinya dan cara settingnya.
Baca selengkapnya »
Memahami MCB Miniature Circuit Breaker

Memahami MCB Miniature Circuit Breaker

Memahami MCB Miniature Circuit Breaker Assalamualaikum berjumpa lagi dengan saya, apakah anda tau apa itu MCB? ya mcb biasanya sering anda temui pada setiap rumah di indonesia bakal setiap rumah wajib menggunakan peralatan listrik ini. 
Dahulu untuk pengaman listrik sebuah rumah masih menggunakan sikring, jika sikring ini trip maka kawat atau tembaga yang dialam akan putus dan harus menggantinya lagi, semakin canggih teknologi maka sakring sudah tidak digunakan lagi karena tidak efisien. 

Banyak sekali di indonesia ini terutama dengan terjadinya kebakaran rumah karena konsleting atau hubung sikat, mcb lah peran penting untuk masalah ini tetapi banyak sekali orang indonesia yang lalai dan salah saat memilih mcb untuk PHB dirumahnya. 

Pengertian MCB Circuit Braker

MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah sebuah komponen listrik yang berguna untuk mengamankan beban lebih atau hubung singkat (Short Circuit) yang disebebkan oleh lonjakan listrik yang tidak disengaja maupun tidak disengaja.

Pengertian MCB 1 Fasa

Untuk pengertianya sama, mungkin anda bingung mcb 1 fasa itu apa, maka cuman pada sebuah instalasi saja jadi, mcb 1 fasa itu untuk mengamankan beban lebih dan hubung sikat tetapi hanya menggunakan instalasi 1 fasa, 220V dan Netral.

Pengertian MCB 3 Fasa

Suatu komponen listrik untuk mengamankan beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang instalasinya menggunakan 3 Fasa yaitu R S T.

Fungsi MCB

MCB berfungsi sebagai pengaman beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang disebabkan oleh ketidak sengajaan manusia dan disengaja oleh manusia.

Beban Lebih Overload adalah komponen listrik yang bekerja adanya listrik atau menggunakan listrik pasti membutuhkan listrik yang dikonsumsinya maka itu namanya beban, dari beban tersebut maka pengaman sangat diperlukan untuk menghindari sebuah kerusakan alat listrik seperti kulkas, tv, dll yang bisa menyebabkan timbulnya bunga api jika tidak di putus aliran listriknya. 

Bisa dikatakan Beban Lebih jika arus listrik yang dikonsumsi melebihi batas rating yang ditentukan oleh peralatan listrik, maka mcb ini akan bekerja dibawah rating maksimum alat listrik tersebut sehingga terhindardari namanya beban lebih yang mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik.

Contohnya anda mempunyai sebuah kulkas dengan rating ampere 1-4A, 4 menunjukan batas maksimum arus yang bisa dikonsumsi jika lebih dari 4A maka kulkas anda bisa rusak, dari sini anda harus memang mcb yang rating ampernya saat trip dibawah 4A untuk lebih amanya.

Hubung Singkat Adalah sebuah kejadian yang fatal untuk dunia listrik karena menimbulkan percikan bunga api, bunga api tersebut bisa besar tergantung bebanya jika beban semakin besar maka bunga api tersebut akan besar,

Hubung Singkat Short Circuit biasanya terjadi karena pertemuan antara fasa dengan netral atau ground, ini akan mempunya arus yang besar bisa lebih dari 20x dari beban listrik yang digunakan.

Prinsip Kerja MCB

Saya akan menjelaskan prinsip kerjanya bedasarkan fungsi dari MCB tersebut sebagai pengaman beban lebih dan hubung singkat, mungkin mcb biasanya cuman on dan off jika ada listrik padam dari pln tetapi mcb ini memliliki prinsip kerja yang penting yang harus anda ketahui.

MCB bekerja manual dengan menaiakan atau menurukan sebuah tuas toggle yang berasa ditengah-tengah mcb, jika pada posisi atas maka mcb tersebut ON, kebalikanya jika pada posisi bawah maka mcb tersebut OFF.

MCB bekerja saat terjadi beban lebih atau Overload terdapat sebuah bimetal dengan prinsip kerjanya jika suhu pada bimetal semakin panas maka bimetal yang sudah disetting dengan suhu tertentu akan lepas, sama halnya mcb bimetal tersebut mengukur suhu dari penampang alumunium pada mcb yang dilewati arus, jika beban tersebut besar dan arus semakin tinggi maka automatis menimbulkan sebuah panas pada batang alumunium tersebut dan akan trip saat suhu sudah tercapai oleh bimetal.
untuk resetnya biasanya tunggu hingga bimetal suhu kembali normal.

MCB bekerja saat terjadi Hubung Singkat Short Circuit dalam mcb ada sebuah coil yang berfungsi jika ada arus lebih yang sangat tinggi atau hubung singkat maka coil tersebut akan penuh dan melepas mcbnya menjadi off, biasanya jika terlalu tinggi arus yang diterima coil disebabkan hubung singkat mcb tersebut akan blanket, maka mcb tersebut akan rusak tidak bisa digunakan lagi.

Jenis-jenis MCB

Jenis mcb dibedakan berdasarkan ratingnya menurut saya karena rating semain tinggi harga juga semakin tinggi, rating ini disebut curve karena pembuat mcb ini menggambarkan sebuah grafik naik keatas mangkanya dinamakan curve. 

Untuk indonesia yang terutama digunakan pada rumah banyak yang memakai Curve C karena harga dan murah dan sudah bisa mengatasi hubung singkat yang rata - rata indonesia memakasi 900 W, berikut penjelasan tentang Curva MCB dengan In yang saya tentukan yaitu 10A.

Curve B

MCB ini mempunya retting dibawah 3 In, 3 x 10 = 30A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 30A jika diatas 30A maka mcb akan rusak.

Curve C

MCB ini mempunya retting dibawah 5 -10, 10 x 10 = 100A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 100A jika diatas 100A maka mcb akan rusak.

Curve D

MCB ini mempunya retting dibawah 10 -20, 20 x 10 = 200A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 200A jika diatas 200A maka mcb akan rusak.

Bagian-bagian MCB

MCB Miniature Circuit Breaker
Sumber Image wikipedia.org


  • 1. Actuator Lever atau toggle switch, sebagai On dan Off mcb selain itu berguna untuk indikasi jika mcb ini pada posisi on atau off.
  • 2. Switch mekanis, berfungsi sebagai mekanik pemutus arus.
  • 3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
  • 4. Terminal berfungsi sebagai tempat penyambungan kabel listrik ke MCB dengan model screw.
  • 5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
  • 6. Baut untuk kalibrasi sudah disetting oleh pabrikanya.
  • 7. SolenoidCoil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik.
  • 8. Pemadam busur barah Jika terjadi percikan barah saat terjadi pemutusan atau pengaliran balik  arus listrik.

Tips 4 cara memilih MCB yang benar !

  • 1. Pastikan anda mengetahui besar beban yang akan diamankan, jika anda mempunya beban 10A maka pakailah mcb yang 10A juga jika ingin aman maka pakailah yang 9A. 
  • 2. Jika mcb dipakai di industri maka pilih yang kAnya tinggi,sebab ini yang menentukan mcb tersebut akan rusak jika terjadi hubung singkat.
  • 3. Beli mcb pada distributor resmi, karena sekarang banyak mcb yang abal-abal. 
  • 4. Merek juga menentukan kualitas jika pakai merek cina maka rating ampere yang tertara pada mcb, tidak sama dengan real. seperti ingin menggunakan mcb 50A dan beban 50A tetapi merek cina lebih baik di lebihkan ke 60A, berdasarkan pengalaman dari teman. 
Artikel yang saya bagikan ini semoga bermanfaat bagi pembaca jika ada salah atau ada pertanyaa silakan berkomentar, akhir kata semoga bermanfaat , paham tentang mcb dan tambah paham untuk memilih Miniature Circuit Breaker.
Baca selengkapnya »
Pengertian Time Delay Relay / Timer

Pengertian Time Delay Relay / Timer

Timer atau kepanjanganya Time Delay Relay adalah sebuah komponen elektronik yang dibuat untuk menunda waktu yang bisa disetting sesuai range timer tersebut, dengan memutus sebuah kontak relay yang biasanya digunakan untuk memutus atau menyalakan sebuah rangkaian kontrol.

Timer ini biasanya digunakan sebagian besar dunia industri, yang dirangkai dengan berbagai komponen elektronik juga seperti kontaktor, TOR / Overlaod , dan juga push button untuk rangkian kontrol pendukung. 
Pengertian Time Delay Relay / Timer

Fungsi Timer 

Timer berfungsi untuk menunda waktu, secara garis besar biasanya digunakan pada rangkian star delta yang memilliki tunda waktu untuk pergantian dari star ke delta. Agar mengurangi lonjakan arus yang besar, jadi diwaktu tunda dahulu sekiranya motor sudah stabil maka waktu tercapai oleh timer dan pindah ke delta.

Jenis Timer 

Timer memiliki 2 jenis yaitu secara mekanik dan secara elektronik.

  • Timer Mekanik, pemasangan ditempatkan diatas kontaktor jadi timer tersebut akan bekerja jika kontaktor bekerja dan menarik tuas timer mekanik tersebut, baru timer tersebut menghitung waktu on (Delay On).
  • Timer Elektronik, timer ini pesangan menggunakan socket ditarus pada omega ril / din rail dan diatas socket baru timer dipasang, timer ini biasanya mempunyai kaki 8 , dengan 2 kontak NO / NC + Common dan coil 1.   

Prinsip Kerja Timer 

Jika anda menggunakan timer elektronik maka timer akan bekerja ketika coil mendapatkan suntikan tengganan atau arus maka timer akan menghitung waktunya. 

Timer Mekanik bedasarkan tuas yang ditarik ini diletakan pada atas kontaktor jadi ketika kontaktor bekerja timer akan bekerja dan menghitung waktunya.

Wiring Timer

Pengertian Time Delay Relay atau Timer
  • Pin 2 : Netral
  • Pin 7 : 220V
  • Pin 1 : Common untuk 3 dan 4
  • Pin 3 : Kontak NC (Normaly Close)
  • Pin 4 : Kontak NO (Normaly Open)
  • Pin 8 : Common untuk 5 dan 6
  • Pin 5 : Kontak NC (Normaly Close)
  • Pin 6 : Kontak NO (Normaly Open)

Harga Timer

Harga Timer yang elektronik berkisaran antara 200 rb - 500 rb tergantung mereknya.

Baca selengkapnya »
Pengertian Thermal Overload Relay

Pengertian Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay (TOR) adalah sebuah alat elektronik untuk mengamankan beban lebih (Overload) bedasarkan suhu (Thermal) yang mempunyai relay untuk memutuskan sebuah rangkaian kontrol seperti direct online dan start delta.

Pengertian Thermal Overload Relay


Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay bekerja saat suhu pada dalam TOR tersebut terpenuhi, jadi TOR ini terdapat sebuah settingan berapa maksimum amper untuk melakukan trip jika ampere tersebut sudah terpenuhi. Didalam TOR tersebut ada sebuah Bimetal Element yang menjadi panas saat ampere beban sudah melebihi ampere settingan TOR.

Mangkanya disebut Thermal yaitu suhu, gampangnya seperti kabel yang hanya mampu dilewati arus 5A tetapi bebanya 10A maka kabel tersebut akan panas. seperti halnya TOR ini prinsip kerjanya sama tetapi bedanya ketika suhu tersebut terpenuhi maka akan menggerakan sebuah coil untuk menutup atau membuka kontak yang ada di TOR tersebut.

Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Fungsi Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay berfungsi sebagai pengaman beban lebih pada sebuah rangkaian kontrol Direct Online maupun Star Delta, jadi motor yang dikontrol tidak akan terbakar disaat beban lebih motor tersebut akan mati.

Simbol Thermal Overload Relay


Simbol Thermal Overload Relay

Simbol diatas sudah standart internasional untuk Thermal Overload Relay, saya akan jelaskan satu persatu nantinya simbol ini akan berfungsi untuk menggambar Wiring Diagram

Terdapat 3 kontak yang sebelah kiri dari kontak 95 itu adalah wiring untuk UVW setelah kontaktor, TOR ini tidak hanya memutuskan rangkian kontrol saja tetapi power dari motor juga diputus 2 pengaman langsung.

Pin no 95 dan 95 adalah kontak Normaly Closed yang biasanya digunakan untuk memutuskan rangkian kontrol sesudah MCB kontrol, nanti baru ke push button dll.

Pin no 97 dan 98 adalah kontak Normaly Open (NO) biasanya digunakan untuk indicator lampu alarm atau trip.

Cara Setting Thermal Overload Relay

Untuk cara settingnya bisa dilihat pada artikel saya sebelumnya Cara Menghitung Thermal Overload Relay ( TOR ) dan Rangkaianya

Merek Thermal Overload Relay

  • Schneider
  • LS Industri
  • Chint
  • Siement
  • ABB


Terima kasih terlah membaca artikel ini, Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya »
Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor

Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor

Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor bisa disebut Magnetic Contactor karena prinsip kerja dari kontaktor tersebut menggunakan medan magnet yang timbul oleh arus listrik yang didalam kontaktor tersebut ada sebuah kumparan untuk menjadi magnet karena dialiri oleh arus listrik. 

Kontaktor menimbul kan magnet yang bisa disebut Coil yang menarik kontak - kontak NO (Normaly Open) menjadi NC (Normaly Close) bahasa indonesia menutup.
Kontaktor Chint

Fungsi Kontaktor 

Kontaktor berfungsi untuk menggerakan sebuah motor 3 phase pada sebuah pabrik atau industri yang memiliki ampere yang tinggi, dengan kontaktor ini motor tersebut bisa jalan start atau stop sebab kontaktor memiliki kontrol yang bisanya bisa disebut DOL ( Direct On Line ) dan Star Delta yang sering dipakai pada dunia indrustri saat ini. 

Bagian - bagian dari Kontaktor

Kontaktor memiliki sebuah bagian yang harus dipahami dan fungsinya, karena ini berkaitan dengan listrik yang tidak kasat mata dan dapat membahayakan diri sendiri maupun mesin yang digerakan oleh kontaktor, berikut bagian yang harus diketahui:
  • Coil
  • Kontak Utama (RST)
  • Kontak Bantu NO / NC
Sangat sederhana sekalikan bagian - bagian dari Kontaktor karena ya cuman itu saja yang penting dari kontaktor.

Cara memilih Kontaktor 

Sering sekali banyak orang yang tidak tahu dan asal membeli kontaktor yang berdampak nanti salah sepesifikasi, dari sini akan saya berikan apa saja yang perlu diperhatikan untuk membeli kontaktor: 

  • Coilnya menggunakan tegangan berapa ? 220VAC atau 24VDC
  • Liat ampere pada nameplate motor dan lebihkan ampere untuk memilih kontaktornya
  • Apa saja kebutuhkan kontak bantunya untuk mengontrol atau memberikan lampu

Wiring dan Simbol Kontaktor

Wiring Kontaktor
  • Coil yang bergambar kontak yang memiliki pin A1 dan A2
  • Kontak Utama (RST) terdapat yang pinya itu L1 L2 L3
  • Keluaran Kontak Utama (UVW) yang pinya T1 T2 T3
  • Kontak Bantu NO (Normaly Open) Pin 13 14
  • Kontak Bantu NC (Normaly Close) Pin 21 14

Kesimpulan

Kontaktor adalah sebuah alat listrik yang berfungsi untuk menggerakan sebuah motor yang biasanya digunakan oleh industri pabrik yang memiliki rangkaian kontrol. 

Prinsip kerja Kontaktor adalah ada sebuah arus yang menggerakan coil untuk mengubah kontak dari kontaktor yang semulanya NO (Normali Open) menjadi NC (Normali Close) karena ketarik oleh coil yang sudah mendapat arus dan menajdi magnet. 

Wiring yang perlu di ingat adalah Coilnya A1 dan A2 yang bisa dibolak balik Netral atau 220V jika menggunakan Coil 220V dan mempunya kontak utama dan bantu. 
dengan begini Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor sudah selesai.

Terima kasih.
Baca selengkapnya »
Panel Meker | Assembling ( Perakitan ) | Maintenance Service | Automation System

Panel Meker | Assembling ( Perakitan ) | Maintenance Service | Automation System

Kami bisa melayani sebuah Assembling dengan komponen costum mulai dari Low grade dan High grade jadi bisa menyesauikan budget yang dibutuhkan, Garansi mengikuti komponen  tersebut.

Automasi sebuah system dengan Controller PLC dengan monitoring  system Scada maupun HMI sesuai pengalaman yang telah kami kerjakan. 

Berikut Pekerjaan yang bisa kami layani : 
Assembling
  • Panel Direct Online (DOL) - 0.06 kW Sampai 30kW
  • Panel Star Delta - 1.5kW sampai 220 kW
  • Panel Water Level Control (WLC)
  • Panel Kapasitor Bank
  • Panel ATS & ATS AMF
  • Panel LV (Low Voltage) & MV (Medium Voltage)
  • Panel SDP / MDP
  • Panel Penerangan
  • Panel Pendingin Cold Room | Cold Storage

Service & maintenance
  • Service Inverter Berbagai Merek / Brand
  • Penggantian Module Inverter
  • Service Genset
Automation System
  • System Interlocking / Sequence
  • Monitoring System - SCADA / HMI
  • System Automasi & Monitoring Sanitasi

Untuk harga dan penawaran bisa mengubungi kontak berikut:
  • Email : Voltingnothing@gmail.com
  • WhatsApp : 08113005070
Baca selengkapnya »
Beranda