Mengenal Masterpact MTZ - Circuit breaker dengan IoT

Mengenal Masterpact MTZ - Circuit breaker dengan IoT

Mengenal Masterpact MTZ

Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi, otomasi serta proteksi listrik, memperkenalkan inovasi terbaru Masterpact MTZ, generasi berikutnya dari high power low voltage air circuit breaker (ACB) pintar berbasis Internet of Things (IoT) dengan kemampuan analisa prediktif yang dipadukan dengan alat pengukur daya kelas 1 di industri.

circuit breaker

Masterpact MTZ menjadi yang pertama untuk kategori  air circuit breaker dengan tingkat akurasi pengukur daya teratas di kelasnya, dan tersertifikasi dengan standard internasional ISO 50001, IEC 61557-12 and IEC 60364-8.

“Sekarang masanya energi baru yang digerakkan oleh dekarbonisasi, desentralisasi dan digitalisasi, karena itu para pelaku bisnis perlu melakukan otomatisasi pengelolaan energi listrik dengan kemampuan analisa
prediktif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengontrol biaya operasional akibat gangguan listrik yang tak terduga.” ungkap Xavier Denoly, Country President Schneider Electric.

Pelaku bisnis, tambah Xavier, tentunya mengharapkan distribusi listrik yang lebih aman, dapat diandalkan, efisien, berkelanjutan dan terhubung. "Masterpact MTZ terbaru dari Schneider Electric menawarkan kemampuan digital yang terhubung dan dapat diintegrasikan dengan arsitektur EcoStruxure bagi pelanggan akhir, konsultan, pembuat panel listrik dan kontraktor listrik yang membutuhkan pemutus daya tinggi sebagai bagian dari low-voltage solution untuk lokasi industri dan bangunan yang kritikal," tambahnya.

Solusi high power low voltage air circuit breaker (ACB) pintar berbasis Internet of Things (IoT) ini sangat cocok untuk bangunan-bangunan yang membutuhkan keandalan listrik setiap saat 24 jam / 7 hari dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap terjadinya gangguan listrik seperti Rumah Sakit dan Data Center.

“Bisnis seperti Rumah Sakit dan Data Center yang sangat sensitif dan bergantung terhadap keandalan listrik, memastikan tidak adanya downtime dan gangguan listrik sangatlah krusial karena berdampak langsung terhadap reputasi perusahaan, kerugian finansial, keamanan data serta kenyamanan dan kepuasaan klien/pasien. Oleh karena itu pengadopsian IoT dalam manajemen energi gedung menjadi sebuah keharusan.”.

Martin Setiawan, Vice President Building & Industrial Channel Schneider Electric Indonesia di sela-sela acara peluncuran Masterpact MTZ di Hotel Fairmont, Jakarta mengatakan bahwa solusi terbaru Masterpact MTZ berbasis IoT memungkinkan otomatisasi pemulihan daya bila terjadi gangguan listrik langsung melalui perangkat telepon genggam.

"Sehingga meminimalisir adanya jeda waktu, dan memiliki kemampuan analisa prediktif yang secara proaktif memberikan laporan bila terjadi penurunan performa peralatan listrik dan indikasi kemungkinan akan terjadinya gangguan listrik sehingga staf teknisi dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat sebelum terjadi kerusakaan yang lebih parah dan menekan pengeluaran biaya perawatan yang tinggi," kata Martin.

Lebih lanjut Martin mengatakan Inovasi terbaru Masterpact MTZ ini melengkapi solusi EcoStruxure Power yang membutuhkan sistem distribusi listrik yang pintar dan berkelanjutan untuk memudahkan pengintegrasian sistem pengelolaan bangunan dan energi listrik di suatu gedung/bangunan ke tahap selanjutnya.

Beberapa keunggulan dan keuntungan lainnya dari Masterpact MTZ antara lain: Akurasi dan presisi pengukur daya teratas di kelasnya; Kemampuan untuk memantau dan mengontrol pemutus sirkuit secara aman melalui telepon genggam sebagai Human Machine Interface (HMI) utama, bahkan ketika terjadi pemadaman listrik sehingga dapat meminimalisir kecelakaan kerja karena tidak perlu ada kontak fisik secara langsung

Selain itu juga mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan circuit breaker dengan modul digital untuk fleksibilitas tinggi dan efisiensi operasional tanpa downtime; Kemudahan dalam pengintegrasian dengan Smart Panel berkat koneksi Ethernet yang tertanam di dalam Masterpact.

Kemudian yang terakhir, mampu melindungi peralatan dan aktivitas terhadap kelebihan kabel, sirkuit pendek, dan kesalahan isolasi; menawarkan daya uptime yang luar biasa yang dituntut oleh jaringan distribusi listrik tegangan rendah, bahkan di lingkungan dengan daya listrik yang tidak stabil sekalipun.

Software Masterpack MTZ - Mypact

MyPact adalah pemilih online untuk mengonfigurasi pemutus sirkuit LV seperti Masterpact dan jajaran produk Compact Schneider Electric. Sekarang Anda dapat menghasilkan bill-of-material 10 kali lebih cepat yang siap dipesan. Anda juga dapat menyimpan proyek Anda di penyimpanan cloud aman kami yang dapat diakses kapan saja di mana saja. Layanan Terkait MyPact untuk Masterpact MTZ: Pilih layanan saat Anda mengkonfigurasi pemutus sirkuit.

Software Masterpack MTX - Mypact


Sekian pengenalan pertama sobat, next akan saya bahas untuk cara setting dan konek dengan IOT menggunakan web atau android. 
Baca selengkapnya »
Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Cara Setting

Mengulas lebih dalam tentang MCCB beserta Fungsi dan Cara Setting

Mengulas lebih dalam tentang MCCB - dunia listrik sangat banyak sekali peralatan listrik sebagai pengaman untuk keselamatan dari bahaya listrik maupun untuk mengamankan sebuah motor dan peralatan listrik lainya dari bahaya short circuit.

circuit breaker

Apa itu MCCB ?

MCCB adalah singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker, sebagai pengaman terjadinya hubung singkat short circuit dan beban lebih overload agar tidak terjadinya kerusakan pada motor listrik maupun kebakaran yang disebabkan oleh short circuit yang selalu menimbulkan bunga api.

MCCB biasanya digunakan oleh industri karena MCCB hanya untuk pengaman listrik 3 phase, dan motor listrik industri juga menggunakan listrik 3 phase, jadi jika anda ingin bertemu apa itu namanya mccb dan dan digunakan untuk apa mampir deh pabrik terdekat dan minta tolong untuk dilihatkan apa itu mccb.
Pole MCCB
1 Pole
2 Pole
3 Pole
4 Pole

Karakter MCCB

  • Hanya menggunakan 3 phase.
  • Nilai Ampere lebih dari 100A dan maksimum 1000A
  • 50 / 60 Hz
  • Menggunakan Thermal Magnetic
  • Fixed atau adjudment jadi, setinganya bisa diatur atau tidak jika memilih fixed

Cara Membaca Nameplate Spesifikasi MCCB

Cara membaca Nameplate spesifikasi MCCB


  1. Type Device, tipe produk mccbnya.
  2. Ui, rate insulated Voltage
  3. Uimp, rate impulse withstand voltage
  4. Ics, service breaking capacity, nilai ampere dari mccbnya.
  5. Icu, ultimate breaking capacity, ini adalah kemampuan ampere yang bisa diterima saat hubung singkat (kA)
  6. Ue, operational operation, voltage yang dianjurkan.
  7. Color lebel
  8. symbol mccb
  9. standart referensi yang sudah didapatkan.
  10. sama juga standart referensi.
Dari name plate diatas yang penting dan paham untuk anda cermati dan melihat adalah pada bagian Type Device, Ics, Icu, dan Ue karena mencapku mulai dari ampere yang diijinkan dan voltage yang diperbolehkan.

macam - macam kA
  • 36 kA
  • 50 kA
  • 85 kA
  • 100 kA

Cara Setting MCCB Schneider

Untuk mccb schneider mempunya 4 jenis tipe trip yaitu, 
  1. Magnetic trip (MA)
  2. Thermal Magnetic Trip (TM)\
  3. Micrologic 1.3
  4. Micrologic 2.0
  5. Micrologic 5/6
Dari 4 jenis module tipe trip diatas akan saya ajarkan kepada anda satu persatu untuk settingnya, bisa anda lihat untuk MA adalah tipe trip yang murah dan sedehana dan paling tinggi adalah tipe microloc 5 dan 6, ini harganya juga mahal tetapi fungsinya sangat lengkap.

Magnetic Trip (MA)

Magnetic Trip (MA)
Untuk jenis trip MA atau bisa disebut magnetic trip hanya mendukung settingan short circuit untuk settingan ampere adalah fixed jadi in-nya fixed tidak bisa diubah, begini anda membeli mccb yang tipe MA rating amperenya adalah 100A jadi in=100A tidak bisa dirubah lagi. 

Im adalah Magnetic Protection Short Circuit, di gambar atas jenis mccbnya adalah MA220 yaitu 220A dan dapat di setting Imnya sampai 3100A dengan rumus : 
Im = In x Adjust selector

pada gambar diatas settinganya langsung menunjukan nilai amperenya yang sudah dikalikan In, biasanya saya menjumpai rangenya 6- 14, jadi In bisa dikalikan antara 9 - 14 untuk settingan Im, untuk waktunya itu tidak ada jadi lasung trip jleb. 

Thermal Magnetic Trip (TM)

Thermal Magnetic Trip (TM)
Jenis trip TM ini mendukung untuk mengatur besarnya In / Ir tidak seperti jenis trip MA yang hanya Short Circuit saja. 
pada contoh diatas mccb yang dipilih adalah TM250D yang berkapasitas 250A, nah ini bisa disetting Ir-nya mulai dari 175A - 250A terdapat 4 step saja anda bisa settingnya. 

untuk Imnya anda bisa membaca penjelasanya pada bagian Trip jenis MA, disini saya jabarkan apaitu Ir, Ir adalah Thermal Protection yang berarti setting untuk overload , Ir ini mempunya range waktu antara 0.7 - 1 detik, ini fixed ya tidak bisa dirubah mungkin untuk micrologic 2.0 bisa dirubah.

Micrologic 1.3 

Setting Micrologic 1.3

Jenis trip ini sama halnya dengan MA hanya mendukung settingan Im atau short circuit bedanya hanya di range yang panjang dan terdapat waktu jeda saat short circuit.

Isd adalah Short Current Protection, sama halnya dengan Im tetapi ini beda istilah saja karena membedakan antara menggunakan Micrologic 1.3 dan MA. 

Untuk Micrologic 1.3 ini mempunya waktu tunda 10 ms atau 0.1 detik.

Micrologic 2.0 

Setting Micrologic 2.0
Nah Micrologic 2.0 ini lengkap untuk settingnya dan rangenya juga semakin banyak ada 9 step settingan jadi gini jika mempunya mccb 40A maka rangenya bisa diatur mulai 18A-40A  sesuai perkalian Ir.

Io, Setting Awal Ampere diatas menggunakan mccb 250A yang bisa disetting 9 step 100-250A.
nah dari 100 - 250A bisa disetting lagi lebih spesifik dengan mengatur Irnya.
Ir, Long Time Protection ( Overload ) ini yang menambah rangenya jadi banyak pilihan jadi tidak hanya Io.

Misal disitu terseting 100A dan Irnya bisa disetting 0.1 - 1 maka ampere yang didapatkan dari 100A adalah 40A, 45A, 50A, 55A, 63A, 70A, 80A, 90A, 100A.
dari penjelasan saya diatas pasti anda sudah paham untuk setting mccb merek schneider dengan micrologic 2.0

Micrologic 5 dan 6 

Setting Micrologic 5 dan 6
Micrologic 5 dan 6 ini jujur saya belum pernah setting dan belum pernah beli juga ini keluaran baru 2017 dari schneider, mungkin istilah saja yang akan saya jelaskan. 

Ir, Long Time Protection ( Overload )
Isd, Short Time Protection
Ig, Ground Fault Protection


li, Instantaneous Protection

Simbol MCCB 

Simbol MCCB
Ini adalah simbil dari MCCB 3 Phase yang biasanya digunakan untuk wiring diagram, terdapat 2 garis pada simbil itu menunjukan pada garis pertama adalah untuk hubung singkat dan pada garis kedua adalah untuk beban lebih atau overlaod.

Perbedaan MCB dan MCCB 

Perbedaan MCB dan MCCB
MCCB VS MCB
MCCB
  • Rating Amper antara 100 - 1000 A.
  • Memiliki kA yang besar 36 - 100kA.
  • Bisa disetting untuk Rating Amperenya.
  • Terdapat tombol Reset
  • Bentuknya yang besar
MCB
  • Rating Ampere antara 2-100A
  • kA hanya 4.5kA
  • Tidak bisa disetting untuk Rating Ampere.
  • Bentuknya yang kecil.
  • Tidak ada tombol reset. 

Sekian artikel tentang circuit breaker yang saya bagi semoga bermanfaat dan terus belajar jika ada unek-unek bisa langsung komentar, saya berharap anda paham tentang mccb berserta fungsinya dan cara settingnya.
Baca selengkapnya »
Memahami MCB Miniature Circuit Breaker

Memahami MCB Miniature Circuit Breaker

Memahami MCB Miniature Circuit Breaker Assalamualaikum berjumpa lagi dengan saya, apakah anda tau apa itu MCB? ya mcb biasanya sering anda temui pada setiap rumah di indonesia bakal setiap rumah wajib menggunakan peralatan listrik ini. 
Dahulu untuk pengaman listrik sebuah rumah masih menggunakan sikring, jika sikring ini trip maka kawat atau tembaga yang dialam akan putus dan harus menggantinya lagi, semakin canggih teknologi maka sakring sudah tidak digunakan lagi karena tidak efisien. 

Banyak sekali di indonesia ini terutama dengan terjadinya kebakaran rumah karena konsleting atau hubung sikat, mcb lah peran penting untuk masalah ini tetapi banyak sekali orang indonesia yang lalai dan salah saat memilih mcb untuk PHB dirumahnya. 

Pengertian MCB Circuit Braker

MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah sebuah komponen listrik yang berguna untuk mengamankan beban lebih atau hubung singkat (Short Circuit) yang disebebkan oleh lonjakan listrik yang tidak disengaja maupun tidak disengaja.

Pengertian MCB 1 Fasa

Untuk pengertianya sama, mungkin anda bingung mcb 1 fasa itu apa, maka cuman pada sebuah instalasi saja jadi, mcb 1 fasa itu untuk mengamankan beban lebih dan hubung sikat tetapi hanya menggunakan instalasi 1 fasa, 220V dan Netral.

Pengertian MCB 3 Fasa

Suatu komponen listrik untuk mengamankan beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang instalasinya menggunakan 3 Fasa yaitu R S T.

Fungsi MCB

MCB berfungsi sebagai pengaman beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang disebabkan oleh ketidak sengajaan manusia dan disengaja oleh manusia.

Beban Lebih Overload adalah komponen listrik yang bekerja adanya listrik atau menggunakan listrik pasti membutuhkan listrik yang dikonsumsinya maka itu namanya beban, dari beban tersebut maka pengaman sangat diperlukan untuk menghindari sebuah kerusakan alat listrik seperti kulkas, tv, dll yang bisa menyebabkan timbulnya bunga api jika tidak di putus aliran listriknya. 

Bisa dikatakan Beban Lebih jika arus listrik yang dikonsumsi melebihi batas rating yang ditentukan oleh peralatan listrik, maka mcb ini akan bekerja dibawah rating maksimum alat listrik tersebut sehingga terhindardari namanya beban lebih yang mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik.

Contohnya anda mempunyai sebuah kulkas dengan rating ampere 1-4A, 4 menunjukan batas maksimum arus yang bisa dikonsumsi jika lebih dari 4A maka kulkas anda bisa rusak, dari sini anda harus memang mcb yang rating ampernya saat trip dibawah 4A untuk lebih amanya.

Hubung Singkat Adalah sebuah kejadian yang fatal untuk dunia listrik karena menimbulkan percikan bunga api, bunga api tersebut bisa besar tergantung bebanya jika beban semakin besar maka bunga api tersebut akan besar,

Hubung Singkat Short Circuit biasanya terjadi karena pertemuan antara fasa dengan netral atau ground, ini akan mempunya arus yang besar bisa lebih dari 20x dari beban listrik yang digunakan.

Saya akan menjelaskan prinsip kerjanya bedasarkan fungsi dari MCB tersebut sebagai pengaman beban lebih dan hubung singkat, mungkin mcb biasanya cuman on dan off jika ada listrik padam dari pln tetapi mcb ini memliliki prinsip kerja yang penting yang harus anda ketahui.

MCB bekerja manual dengan menaiakan atau menurukan sebuah tuas toggle yang berasa ditengah-tengah mcb, jika pada posisi atas maka mcb tersebut ON, kebalikanya jika pada posisi bawah maka mcb tersebut OFF.

MCB bekerja saat terjadi beban lebih atau Overload terdapat sebuah bimetal dengan prinsip kerjanya jika suhu pada bimetal semakin panas maka bimetal yang sudah disetting dengan suhu tertentu akan lepas, sama halnya mcb bimetal tersebut mengukur suhu dari penampang alumunium pada mcb yang dilewati arus, jika beban tersebut besar dan arus semakin tinggi maka automatis menimbulkan sebuah panas pada batang alumunium tersebut dan akan trip saat suhu sudah tercapai oleh bimetal.
untuk resetnya biasanya tunggu hingga bimetal suhu kembali normal.

MCB bekerja saat terjadi Hubung Singkat Short Circuit dalam mcb ada sebuah coil yang berfungsi jika ada arus lebih yang sangat tinggi atau hubung singkat maka coil tersebut akan penuh dan melepas mcbnya menjadi off, biasanya jika terlalu tinggi arus yang diterima coil disebabkan hubung singkat mcb tersebut akan blanket, maka mcb tersebut akan rusak tidak bisa digunakan lagi.

Jenis-jenis MCB

Jenis mcb dibedakan berdasarkan ratingnya menurut saya karena rating semain tinggi harga juga semakin tinggi, rating ini disebut curve karena pembuat mcb ini menggambarkan sebuah grafik naik keatas mangkanya dinamakan curve. 

Untuk indonesia yang terutama digunakan pada rumah banyak yang memakai Curve C karena harga dan murah dan sudah bisa mengatasi hubung singkat yang rata - rata indonesia memakasi 900 W, berikut penjelasan tentang Curva MCB dengan In yang saya tentukan yaitu 10A.
Curve B
MCB ini mempunya retting dibawah 3 In, 3 x 10 = 30A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 30A jika diatas 30A maka mcb akan rusak.
Curve C
MCB ini mempunya retting dibawah 5 -10, 10 x 10 = 100A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 100A jika diatas 100A maka mcb akan rusak.
Curve D
MCB ini mempunya retting dibawah 10 -20, 20 x 10 = 200A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 200A jika diatas 200A maka mcb akan rusak.

Bagian-bagian MCB

MCB Miniature Circuit Breaker
Sumber Image wikipedia.org


  • 1. Actuator Lever atau toggle switch, sebagai On dan Off mcb selain itu berguna untuk indikasi jika mcb ini pada posisi on atau off.
  • 2. Switch mekanis, berfungsi sebagai mekanik pemutus arus.
  • 3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
  • 4. Terminal berfungsi sebagai tempat penyambungan kabel listrik ke MCB dengan model screw.
  • 5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
  • 6. Baut untuk kalibrasi sudah disetting oleh pabrikanya.
  • 7. SolenoidCoil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik.
  • 8. Pemadam busur barah Jika terjadi percikan barah saat terjadi pemutusan atau pengaliran balik  arus listrik.

Tips 4 cara memilih MCB yang benar !
  • 1. Pastikan anda mengetahui besar beban yang akan diamankan, jika anda mempunya beban 10A maka pakailah mcb yang 10A juga jika ingin aman maka pakailah yang 9A. 
  • 2. Jika mcb dipakai di industri maka pilih yang kAnya tinggi,sebab ini yang menentukan mcb tersebut akan rusak jika terjadi hubung singkat.
  • 3. Beli mcb pada distributor resmi, karena sekarang banyak mcb yang abal-abal. 
  • 4. Merek juga menentukan kualitas jika pakai merek cina maka rating ampere yang tertara pada mcb, tidak sama dengan real. seperti ingin menggunakan mcb 50A dan beban 50A tetapi merek cina lebih baik di lebihkan ke 60A, berdasarkan pengalaman dari teman. 
Artikel yang saya bagikan ini semoga bermanfaat bagi pembaca jika ada salah atau ada pertanyaa silakan berkomentar, akhir kata semoga bermanfaat , paham tentang mcb dan tambah paham untuk memilih Miniature Circuit Breaker.
Baca selengkapnya »
Pengertian Time Delay Relay / Timer

Pengertian Time Delay Relay / Timer

Timer atau kepanjanganya Time Delay Relay adalah sebuah komponen elektronik yang dibuat untuk menunda waktu yang bisa disetting sesuai range timer tersebut, dengan memutus sebuah kontak relay yang biasanya digunakan untuk memutus atau menyalakan sebuah rangkaian kontrol.

Timer ini biasanya digunakan sebagian besar dunia industri, yang dirangkai dengan berbagai komponen elektronik juga seperti kontaktor, TOR / Overlaod , dan juga push button untuk rangkian kontrol pendukung. 
Pengertian Time Delay Relay / Timer

Fungsi Timer 
Timer berfungsi untuk menunda waktu, secara garis besar biasanya digunakan pada rangkian star delta yang memilliki tunda waktu untuk pergantian dari star ke delta. Agar mengurangi lonjakan arus yang besar, jadi diwaktu tunda dahulu sekiranya motor sudah stabil maka waktu tercapai oleh timer dan pindah ke delta.

Jenis Timer 
Timer memiliki 2 jenis yaitu secara mekanik dan secara elektronik.

  • Timer Mekanik, pemasangan ditempatkan diatas kontaktor jadi timer tersebut akan bekerja jika kontaktor bekerja dan menarik tuas timer mekanik tersebut, baru timer tersebut menghitung waktu on (Delay On).
  • Timer Elektronik, timer ini pesangan menggunakan socket ditarus pada omega ril / din rail dan diatas socket baru timer dipasang, timer ini biasanya mempunyai kaki 8 , dengan 2 kontak NO / NC + Common dan coil 1.   

Prinsip Kerja Timer 
Jika anda menggunakan timer elektronik maka timer akan bekerja ketika coil mendapatkan suntikan tengganan atau arus maka timer akan menghitung waktunya. 

Timer Mekanik bedasarkan tuas yang ditarik ini diletakan pada atas kontaktor jadi ketika kontaktor bekerja timer akan bekerja dan menghitung waktunya.

Wiring Timer
Pengertian Time Delay Relay atau Timer
  • Pin 2 : Netral
  • Pin 7 : 220V
  • Pin 1 : Common untuk 3 dan 4
  • Pin 3 : Kontak NC (Normaly Close)
  • Pin 4 : Kontak NO (Normaly Open)
  • Pin 8 : Common untuk 5 dan 6
  • Pin 5 : Kontak NC (Normaly Close)
  • Pin 6 : Kontak NO (Normaly Open)
Harga Timer
Harga Timer yang elektronik berkisaran antara 200 rb - 500 rb tergantung mereknya.

Baca selengkapnya »
Pengertian Thermal Overload Relay (TOR) Lengkap hingga paham.

Pengertian Thermal Overload Relay (TOR) Lengkap hingga paham.

Pengertian Thermal Overload Relay (TOR)

Thermal Overload Relay (TOR) adalah sebuah alat elektronik untuk mengamankan beban lebih Overload bedasarkan suhu Thermal yang mempunyai relay untuk memutuskan sebuah rangkaian kontrol seperti direct online dan start delta untuk mengoperasikanya biasanya hanya menggunakan push button Start / Stop.


Pengertian Thermal Overload Relay



Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay bekerja saat suhu pada dalam TOR tersebut terpenuhi, jadi TOR ini terdapat sebuah settingan berapa maksimum amper untuk melakukan trip jika ampere tersebut sudah terpenuhi. Didalam TOR tersebut ada sebuah Bimetal Element yang menjadi panas saat ampere beban sudah melebihi ampere settingan TOR.

Mangkanya disebut Thermal yaitu suhu, gampangnya seperti kabel yang hanya mampu dilewati arus 5A tetapi bebanya 10A maka kabel tersebut akan panas. seperti halnya TOR ini prinsip kerjanya sama tetapi bedanya ketika suhu tersebut terpenuhi maka akan menggerakan sebuah coil untuk menutup atau membuka kontak yang ada di TOR tersebut.

Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Fungsi Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay (TOR) berfungsi sebagai pengaman beban lebih pada sebuah rangkaian kontrol Direct Online maupun Star Delta, jadi motor yang dikontrol tidak akan terbakar disaat beban lebih motor tersebut akan mati.

Simbol Thermal Overload Relay

Simbol Thermal Overload Relay

Simbol diatas sudah standart internasional untuk Thermal Overload Relay, saya akan jelaskan satu persatu nantinya simbol ini akan berfungsi untuk menggambar Wiring Diagram

Terdapat 3 kontak yang sebelah kiri dari kontak 95 itu adalah wiring untuk UVW setelah kontaktor, TOR ini tidak hanya memutuskan rangkian kontrol saja tetapi power dari motor juga diputus 2 pengaman langsung.

Pin no 95 dan 95 adalah kontak Normaly Closed yang biasanya digunakan untuk memutuskan rangkian kontrol sesudah MCB kontrol, nanti baru ke push button dll.

Pin no 97 dan 98 adalah kontak Normaly Open (NO) biasanya digunakan untuk indicator lampu alarm atau trip.

Cara Setting Thermal Overload Relay

Setting Ampere Batas Trip TOR

Sobat untuk setting TOR ini sobat hanya perlu sebuah alat yaitu obeng (+) yang kecil atau bisa juga menggunakan testpen, karena setting tor hanya mengubah nilai potensio di TOR tersebut menggunakan obeng.

Untuk memutar potensio terdapat nilai setting yang harus di hitung sesua dengan kapasitas motor, berikut cara setting TOR:
Cara Setting Thermal Overload Relay


  1. Siapkan Obeng (+) yang kecil atau bisa menggunakan testpen.
  2. Buka penutup dari untuk memutar potensio yang berada di TOR.
  3. Usahakan Hitung dahulu berapa nilai yang akan disetting.
  4. Jika sudah ada nilai yang akan disetting. 
  5. Arahkan Jarum potensio dengan obeng (+) ke nilai sesuai perhitungan tadi.
  6. Tutup kembali, untuk melindungi potensio setting orang lain untuk merubah.
  7. TOR siap digunakan.

    Setting Mode Auto atau Manual TOR

    Sobat di TOR itu ada modenya, mungkin untuk mode ini jarang orang untuk memakainya karena mode tersebut bisa membuat motor tersebut rusak maupun operator bisa menjadi bingung, nah apa saja mode dalam TOR, mode default nya adalah Manual.

    Mode dalam TOR terdapat 2 yaitu Mode Auto dan Mode Manual, oke akan saya terangkan untuk sobat apa maksud dari ke 2 mode tersebut.

    Setting Mode Auto atau Manual TOR

    Mode Auto

    Cara setting mode auto ini bisa anda dilihat pada gambar diatas, terdapat tulisan A yang artinya Auto dan H adalah hold atau bisa jadi manual. 

    Anda tinggal menggeser seperti toggle menggunakan obeng (-) atau testpen, toggle tersebut terdapat garis merah, lah arahkan kebawah untuk mode auto dan garis merah mendekati mode auto, ini berlaku untuk TOR merek Schneider untuk merek chint atau yang lain ada yang menggukan seperti kunci sepeda motor. 

    Jika anda menemukan TOR seperti itu, tinggal pakai obeng tetapi harus ditekan dahulu baru di putar ke mode auto, baru lepas obengnya maka sudah menjadi mode auto TOR.

    Fungsi dari mode auto sendiri adalah ketika terjadi trip overload yang disebabkan oleh beban berlebih maka TOR akan mereset sendiri secara automatis. Tetapi tidak langsung mereset tetapi menunggu bimetal dalam TOR dingin dahulu.

    Mode Manual

    Kebalikan dari auto,  ketika trip adalah reset manual dengan menekan tombol reset pada TOR seperti halnya umumnya, karena mode manual ini adalah settingan default bawaan dari pabrik.

    Cara Menghitung Thermal Overload Relay.

    TOR sendiri bisa disetting sesui perhitungan yang matang jika tidak maka fungsi TOR sendiri tidak akan berfungsi dengan maksimal, maka dari itu saya bagikan tips untuk menghitung batas maksimum Motor yang harus di setting diTOR tersebut.

    Terdapat Motor 3 Fase dengan Name Plate sebagai berikut :
    •  Motor 1 Phase 220V

    Name Plate Motor Listrik
    Name Plate Motor Listrik
    Diket :  
    1. 0,75 Kw 
    2. 5.21 A
    Maka, Dari Ampere saja kita sudah tahu dimana batas maksimum motor Current adalah 10 % dari Ampere Nominal motor,
     TOR = A x 10 %
              = 5.21 x 0.1
              = 0.521 A
    Jadi Untuk Settingan TOR adalah A + TOR 10 % = 5.21 + 0.521 = 5.731 A.
    • Motor 3 Phase 15 Hp 
                Diket : 
                1. 15 Hp = 15 x 736 = 11040 W
                2. 3 Phase = 1.73
                3. Cos Phi = 0.85 standart 
                Maka, cari dulu amperenya sebagai berikut, 
                I =       P        
                     1.73 x V x Cos phi 

                  =       11040                        
                     1.73 x 380 x 0.85

                  =       11040        = 19.75 A
                           558.79 

         TOR= A x 10 %
                 = 19.75 x 0.1
                 = 1.97 A
      Jadi Untuk Settingan TOR adalah A + TOR 10 % = 19.75 + 1.97 = 21.72 A.

    Cara Memilih Sepesifikasi Thermal Overload Relay

    Dalam memilih atau membeli anda harus tahu dahulu sepesifikasi TOR tersebut agar sesuai kebutuhkan yang anda butuhkan. Berikut biasanya sepesifikasi TOR yang umum ditanyakan ke penjual.

    Relay Application : Motor protection
    Thermal Protection adjustment range : 0.25...0.4 A
    Voltage Operation : 380V

    Setelah mengetahui sepesifikasi TOR maka anda perlu memperhatikan daftar ini agar tidak salah dalam memilih TOR.

    1. Merek dari kontaktor yang akan anda pasang TOR tersebut, usahakan membeli merek yang sama dengan kontaktor yang sudah anda beli, Kenapa ? karena dudukan atau socket pada TOR itu sudah disesuaikan untuk merek tersebut, jika beda merek biasanya harus memotong komponen TOR tersebut agar bisa masuk ke Kontaktornya.
    2. Maksimal Beban motor yang akan diamakan jika motor beban maksimal adalah 4A maka beli TOR yang range pengamanya 3-6A. 


    Merek Thermal Overload Relay

    • Schneider
    • LS Industri
    • Chint
    • Siement
    • ABB
    • Mitsubishi

    Harga Thermal Overload Relay


    • TOR Range 0.10 - 38 A Harga Rp. 316.000 - 480.000
    • TOR Range 55 - 140 A Harga Rp. 1.100.000 - 2.700.000
    • TOR Range 150 - 630 A Harga Rp. 4.600.000 - 6.600.000


    Trouble Shoting Thermal Overload Relay

    Biasanya TOR itu troubelnya karena panas aja atau overload yang tidak bisa direset, kebanyakan teknisi atau operator mesin jika mesinya bermasalah ingin cepat-cepat jalan dan langsung mereset TOR tersebut.

    Alhasil TOR tersebut tidak bisa direset, kenapa ?  ya jelas kondisi bimetal dalam TOR masih panas jelas tidak bisa direset jadi harus menunggu beberapa saat baru bisa direset.

    Pengalaman pernah saya mereset tor harus menggung 5 menit.


    Semoga Informasi ini bermanfaat dan jika ada yang ingin ditanyakan monggo tinggalkan komentar untuk diskusi bersama.
    Jika anda suka tolong di share ke sosial media atau teman anda.

    Terima kasih.
    Baca selengkapnya »
    Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor

    Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor

    Pengertian Kontaktor

    Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor bisa disebut Magnetic Contactor karena prinsip kerja dari kontaktor tersebut menggunakan medan magnet yang timbul oleh arus listrik yang didalam kontaktor tersebut ada sebuah kumparan untuk menjadi magnet karena dialiri oleh arus listrik. 

    Kontaktor menimbul kan magnet yang bisa disebut Coil yang menarik kontak - kontak NO (Normaly Open) menjadi NC (Normaly Close) bahasa indonesia menutup.
    kontaktor

    Sejarah Kontaktor

    Kontaktor ini muncul saat sebuah perusahaan OEM HVACR atau bisa disebut dengan Original Equipment Manufacturer Heating Ventilation Air Conditioning and Refrigeration pada tahun 1950-an ,nah perusahaan ini memanggil beberapa perusahaan dalam bidang listrik yang ahli, untuk membuat sebuah kontaktor yang murah dan ramah lingkungan, mungkin sobat masih banyak yang belum tau tentang sejarah kontaktor.

    Kontaktor ini diperuntukan untuk benua Amerika Utara sudah berstandart NEMA, perusahaan  HVACR ini mentargetkan pasar asia juga yang berstandart ICE dan akhirnya sampai sekarang ini, bisa sobat nikmati sebuah kontaktor untuk mengendalikan motor atau lampu.

    Prinsip Kerja Kontaktor

    Prinsip kerja Kontaktor adalah ada sebuah arus dan tegangan 220VAC maupun DC sesuai dengan karakter coil yang sobat beli, kemudian arus tersebut menggerakan sebuah Coil didalam kontaktor, Coil tersebut akan bekerja ketika ada arus yang masuk dan membuat sebuah magnet sementara untuk menarik kontak (L1,L2,L3 dan kontak bantu) dari kontaktor yang semulanya NO (Normaly Open) menjadi NC (Normaly Close), untuk membuka (opening) kontakor memerlukan waktu 4 - 19ms dan untuk menutup (close) 12-22ms, sangat cepat sekali sobat.

    Semakin besar kontaktor maka bunyi yang ditimbulkan kontaktor akan semakin keras sobat jadi jangan kaget.

    Ketika Arus yang mengisi Coil tersebut lepas, maka magnet yang ditimbulkan oleh coil akan hilang dan tidak menarik kontak dari kontaktor dan menjadi semula.

    Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor


    Jenis Kontaktor

    Sobat kontaktor itu sama semua dan prinsip kerjanya juga sama, tapi yang membedakan itu adalah sebuah tipenya tau karakter dari kontaktor tersebut sesuai kebutuhan.

    Mulai dari Pole Kontaktor, Kapasitas Ampere (Rate Operational Current), Tegangan Coil (Coil Voltage).

    Pole Kontakor dibedakan menjadi 2: 

    • 4 Pole / Kutub
    • 3 Pole / kutub 

    Kapasitas Ampere: 

    • Kontaktor 6 A
    • Kontaktor 9 A
    • Kontaktor 12 A
    • Kontaktor 16 A
    • Kontaktor 18 A
    • Kontaktor 20 A
    • Kontaktor 25 A
    • Kontaktor 32 A
    • Kontaktor 38 A
    • Kontaktor 40 A
    • Kontaktor 50 A
    • Kontaktor 60 A
    • Kontaktor 65 A
    • Kontaktor 80 A
    • Kontaktor 95 A
    • Kontaktor 115 A
    • Kontaktor 125 A
    • Kontaktor 150 A
    • Kontaktor 200 A

    Tegangan Coil:

    • 380 VAC
    • 220 VAC 
    • 110 VAC
    • 24 VAC
    • 24 VDC


    Bagian-Bagian Kontakor

    Kontaktor memiliki sebuah bagian yang harus dipahami dan fungsinya, karena ini berkaitan dengan listrik yang tidak kasat mata dan dapat membahayakan diri sendiri maupun mesin yang digerakan oleh kontaktor, berikut bagian yang harus diketahui:
    • Coil
    • Kontak Utama (RST)
    • Kontak Bantu NO / NC
    Sangat sederhana sekalikan bagian - bagian dari Kontaktor karena ya cuman itu saja yang penting dari kontaktor.

    Fungsi Kontaktor

    Kontaktor berfungsi untuk menggerakan sebuah motor 3 phase pada sebuah pabrik atau industri yang memiliki ampere yang tinggi, dengan kontaktor ini motor tersebut bisa jalan start atau stop sebab kontaktor memiliki kontrol yang bisanya bisa disebut DOL (Direct On Line) dan Star Delta yang sering dipakai pada dunia indrustri saat ini.

    Wiring dan Sysmbol Kontaktor

    Wiring Kontaktor

    • Coil yang bergambar kontak yang memiliki pin A1 dan A2
    • Kontak Utama (RST) terdapat yang pinya itu L1 L2 L3
    • Keluaran Kontak Utama (UVW) yang pinya T1 T2 T3
    • Kontak Bantu NO (Normaly Open) Pin 13 14
    • Kontak Bantu NC (Normaly Close) Pin 21 14

    Cara Memilih Kontaktor

    Sering sekali banyak orang yang tidak tahu dan asal membeli kontaktor yang berdampak nanti salah sepesifikasi, dari sini akan saya berikan apa saja yang perlu diperhatikan untuk membeli kontaktor: 

    • Coilnya menggunakan tegangan berapa ? 220VAC, 110VAC atau 24VDC
    • Liat ampere pada nameplate motor dan lebihkan ampere untuk memilih kontaktornya
    • Apa saja kebutuhkan kontak bantunya untuk mengontrol atau memberikan lampu

    Trouble Shoting / Perawatan Kontaktor

    Sobat pernah mengalami sebuah kerusakan kontaktor, atau tiba-tiba kontaktornya tidak bekerja dan membuat sobat panik, nah saya juga sering mengalami tersebut jadi disini saya akan membagikan sebuah Trouble Shoting yang sering terjadi pada kontakor dan juga perawatanya.

    1. Kontakor mengalami macet atau tidak bisa kontak. 


    • Cek pada Coil kontaktor dengan avo, gunakan ohm untuk mengetahu coil tersebut rusak atau tidak, coil bisa dikatakan normal jika ada sebuah nilai hambatan.
    • Tunggu untuk beberapa menit biasanya coil overheat atau kepanasan, jika sudah ditunggu beberapa menit atau sampai kontaktor dalam keadaan dingin masih macet, maka kontaktor tersebut rusak.

    2. Kontaktor untuk kontak L1 tidak nyambung.


    • Cek dengan avo dahulu lepas semua kabel kebeban, coba dengan kosongan dan avo pakai ohm, jika tidak sambung bongkar kontaktor tersebut, lihat pada besi kontak L1 apakah hitam atau masih mulus, jika hitam segera bersihkan dengan kikir atau kertas gosok yang halus.

    3. Kontaktor bau gosong atau sangit. 


    • Cek pada kabel atau bautan pada A1 dan A2 apakah kurang rapet atau longgar yang menyebabkan ngefong. 
    • Coil mengalami short Circuit dari sumber cek sumber masukan dari coil, yang menyebabkan short circuit, jangan pasang kontaktor baru kalau masih belum ditemukan penyebab short circuit.

    4. Kontaktor bergetar seperti on dan off secara cepat.


    • Biasanya untuk penyebab ini coilnya sudah lemah karena umur seperti pengalaman saya, saya anjurkan untuk sobat ganti kontaktornya karena akan menimbulkan kerusakan pada sebuah motor dalam jangka lama. 

      Aplikasi Kontaktor

      Aplikasi kontaktor pasti sobat banyak yang tau tetapi akan saya bagikan aplikasi apa saja yang menggunakan kontaktor yang saya ketahui.

      1. Untuk menggerakan sebuah montor pada industri pabrik
      2. Untuk mengontrol lampu dalam area luas. 
      3. Untuk Sequenci yang membatu kontar agar terjadinya interlocking.
      4. Dirumah bisa jadi untuk menyalakan sebuah pompa air.


      Kesimpulan 

      Kontaktor adalah sebuah alat listrik yang berfungsi untuk menggerakan sebuah motor yang biasanya digunakan oleh industri pabrik yang memiliki rangkaian kontrol. 

      Prinsip kerja Kontaktor adalah ada sebuah arus yang menggerakan coil untuk mengubah kontak dari kontaktor yang semulanya NO (Normali Open) menjadi NC (Normali Close) karena ketarik oleh coil yang sudah mendapat arus dan menajdi magnet. 

      Wiring yang perlu di ingat adalah Coilnya A1 dan A2 yang bisa dibolak balik Netral atau 220V jika menggunakan Coil 220V dan mempunya kontak utama dan bantu. 
      dengan begini Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor sudah selesai.

      Terima kasih.
      Baca selengkapnya »
      Pengertian Kapasitor Bank beserta fungsinya

      Pengertian Kapasitor Bank beserta fungsinya

      Pengertian Kapasitor Bank

      Untuk dunia listrik mungkin tidak awam dengan kata kapasitor bank yang sering dipasang pada industri atau pabrik - pabrik sekarang ini, industri sekarang semakin maju dan banyak menggunakan electro motor sebagai penggerak sebuah mesin untuk memproses atau produksi industri tersebut.

      Contohnya di pabrik gula sekarang sudah mulai pindah dari mesin uap untuk menggerakan sebuah mesin diganti dengan elektro motor untuk penggeraknya.

      Kapasitor Bank adalah sebuah komponen panel listrik yang dihubungkan atau wiring secara paralel atau seri antara power bank 1 dengan power bank lainya untuk mengejar kVAR, membuat menghilangkan sebuah tegangan semu atau beban induktif di sebabkan oleh sebuah belitan lilitan atau electro motor.

      Pengertian Kapasitor Bank beserta fungsinya
      Mengapa kapasitor bank 3 Phase banyak di pasang pada dunia industri pabrik, karena itu tadi pabrik sekarang banyak menggunakan electro motor yang menimbulkan beban induktif yang mempengarui pada faktor daya atau cos phi.

      Industri sangat berhati - hati dengan faktor daya sebab jika sebagian besar pabrik tersebut memakai listrik dari PLN ( Tidak mempunyai pembangkit listrik sendiri ) maka faktor daya perlu diperhatikan, PLN telah menentukan nilai minimum dari faktor daya tersebut dengan nilai 0.85.
      Standart Faktor Daya PLN
      Pada tahun 2010 PLN mengeluarkan nilai minimum faktor daya yaitu 0.85.

      Jika faktor daya dibawah 0.85 maka konsumen atau pabrik yang memakainya di kenakan denda oleh PLN, maka dari itu cara memperbaiki faktor daya agar lebih dari 0.85 maka diperlukan alat Kapasitor Bank.


      Prinsip Pengelolahan Enegeri Reaktif Teori

      Semua jaringan listrik AC menggunakan dua jenis daya: daya aktif (kW) dan daya reaktif (kVAr):
      • Daya aktif P (dalam kW) adalah daya nyata yang ditransmisikan ke beban seperti motor, lampu, pemanas, komputer, dll. Daya aktif listrik diubah menjadi tenaga mekanik, panas atau cahaya.
      • Daya reaktif Q (dalam kVAr) hanya digunakan untuk memberi daya pada sirkuit magnetik mesin, motor dan transformer. 
      Power S (dalam kVA) adalah kombinasi vektor aktif dan daya reaktif.

      Sirkulasi daya reaktif dalam jaringan listrik memiliki teknik dan konsekuensi ekonomi.
      Untuk daya aktif P yang sama, daya reaktif lebih tinggi berarti daya semu yang lebih tinggi, dan dengan demikian arus yang lebih tinggi harus disuplai.

      Sirkulasi daya aktif dari waktu ke waktu menghasilkan energi aktif (dalam kWh).
      Sirkulasi daya reaktif dari waktu ke waktu menghasilkan energi reaktif (kvarh).
      Dalam rangkaian listrik, energi reaktif disuplai di samping energi aktif.
      fungsi kapasitor bank


      Dari gambar diatas maka bisa disimpulkan motor akan membebani sebuah power generator / pembangkit karena Energy Reaktifnya, jika digunakan power bank maka akan timbul seperti ini.
      kapasitor bank mobil
      Inilah yang dikenal sebagai "koreksi faktor daya". Ini diperoleh dengan koneksi kapasitor, yang menghasilkan energi reaktif berlawanan dengan energi yang diserap oleh banyak seperti motor.

      Hasilnya adalah daya nyata yang berkurang, dan faktor daya P / S yang ditingkatkan sebagai diilustrasikan dalam diagram berlawanan.

      Peletakan Panel Kapasitor Bank di Industri

      Dalam peletakan dari pengalaman banyak sekali masalah dimana yang paling benar peletakanya?. Setelah membaca panduan dari Schneider semua peletakanya benar tetapi saran yang paling benar adalah Panel kapasitor bank diletakan di dekan beban, coba anda lihat gambar berikut.

      Digambar tersebut bisa saya simpulkan bahwa panal kapasitor bank bisa diletakan di:
      Peletakan Panel Kapasitor Bank di Industri

      • Central atau utama dekat dengan pembangkit atau generanor ( Kemungkinan Kapasitas Kapasitor bank ini besar).
      • Di letakan pada Grup bisa dibilang di sub main panel induk sebelum ke beben. 
      • Di letakan disebelah beban langsung ( saran yang benar ).

      Central compensation
      Kapasitor bank terhubung di kepala instalasi untuk mendapat kompensasi untuk memberikan energi reaktif untuk seluruh instalasi.
      Konfigurasi ini sesuai untuk faktor muatan yang stabil dan terus menerus.

      Group compensation (by sector)
      Kapasitor bank terhubung di kepala pemasok yang memasok satu tertentu sektor yang akan dikompensasi. Konfigurasi ini nyaman untuk instalasi besar, dengan bengkel yang memiliki faktor muatan berbeda.

      Compensation of individual loads
      Bank kapasitor terhubung tepat di terminal beban induktif (terutama motor besar). Konfigurasi ini sangat sesuai ketika daya muat signifikan dibandingkan dengan kekuatan berlangganan. Ini adalah konfigurasi teknis yang ideal, karena energi reaktif dihasilkan tepat di tempat yang dibutuhkan, dan disesuaikan dengan permintaan.

      Daya Reaktif Kapasitor Bank (kVAR)

      Kapasitor memiliki sebuah kapasitas kVAR yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan konsumen, berikut daftar kVAR yang terjual pada umumnya untuk tegangan 380V:

      • 9,4 kVAR
      • 11,3 kVAR
      • 13,5 kVAR
      • 18,1 kVAR
      • 22,6 kVAR
      • 45,1 kVAR

      Spesifikasi Kapasitor Bank

      kapasitor bank untuk daya 900 watt

      Standar             IEC 60831-1/-2
      Toleransi kelebihan tegangan 1.1 x Un ( 8 Jam / hari )
      Toleransi kelebihan arus         1.5 x In
      Tegangan                 400 Vac
      Frekuensi         50 / 60 Hz
      Arus Inrush Puncak 200 x In
      Suhu          -250 550C
      Pemasangan         Tegak Lurus, Indoor
      Toleransi kapasitansi -5%, +10%

      Alat Pengontrol Kapasitor Bank

      Pada panel Kapasitor Bank terdapat sebuah kontroller biasanya orang menyebut sebagai kontroller step kapasitor bank.

      Kontroller ini juga berfungsi sebagai monitoring dan mengatur sebuah kapasitor ON/OFF berdasarkan settingan faktor daya yang di inginkan.

      Sebagai contoh disini saya menggun VarPlus Logic dari Schneider
      kapasitor bank untuk daya 1300 watt
      VarPlus Logic Controller

      Pada gambar diatas menunjukan faktor daya (cos phi) saat ini secara real time, Varplus Logic ini membutuhkan sebuah inputan.

      1. Arus ( Ampere ) dari CT ( Current Transformer ).
      2. Tegangan 380 V AC.
      Dari inputan diatas VarPlus Logic series sudah dapat menentukan sebuah faktor daya dan mengontrol faktor daya seperti settingan yang di inginkan.

      Wiring VarPlus Logic Series 

      Wiring VarPlus Logic
      Wiring VarPlus Logic

      Keuntungan Menggunakan Kapasitor Bank

      1. Mengurangi pada tagihan listrik.

      • Menghapus denda energi reaktif dan mengurangi permintaan kVA.
      • Mengurangi kerugian daya yang ditimbulkan oleh transformator dan konduktor Instalasi.
      Contoh:
      Pengurangan kerugian pada transformator 630 kVA PW = 6.500 W dengan Faktor Daya awal = 0,7.
      Dengan koreksi faktor daya, kami memperoleh Faktor Daya akhir = 0,98. Kerugiannya menjadi: 3.316 W. Pengurangan 49%.

      2. Menaikan Power atau beban maksimal dari Pembangkit
      Lihat pada tabel berikut:
      Tabel Faktor Daya
      Bisa disimpulkan semakin bagus faktor daya (cos phi) maka power akan meningkat mendekatin power real dari sebuah pembangkit atau generator.

      3. Mengurangi Drop Voltage pada Kabel installasi.

      Fungsi Kapasitor Bank

      Fungsi Kapasitor Bank
      1. Berguna untuk menaikan atau memperbaiki nilai faktor daya ( Cos Phi )
      2. Bisa untuk mengurangi pemakaian ampere, karena beban induktif sudah hilang.
      3. Dapat mengurangi lonjakan arus listrik ( biasanya saat motor start awal maka arus bisa 4x lebih besar )

      Panel Kapasitor Bank

      Ketika sudah tahu fungsi kapasitor bank, tindakan selanjutnya adalah bagaimana cara mengetahui kapasitas dari kapasitor tersebut dan berapa kebutuhkan kapasitor tersebut dalam beban yang dibutuhkan ??

      Dibutuhkan rumus untuk menghitung semua kebutuhan kapasitor berikut rumus dan juga contohnya agar memudahkan untuk memahaminya.
      Rumus Kapasitor Bank
      Qc = Q1 - Q2

      Qc = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )
      Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
      Q2 = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )

      Setelah mendapat rumus maka harus dicari Q1 dahulu dengan rumus berikut:

      Rumus Q1
      Q1 = √S² - P²

      Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
      S² = Daya terpasang ( kvA )
      P² = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( kW )


      Contoh :
      Diketahui
      S = 2000 kVA
      P = 750 kW
      Jawab

      Q1 = √S² - P²
      Q1 = √2000² - 750²
      Q1 = √4.000.000 - 562.500
      Q1 = √3.437.500
      Q1 = 1.854 kVAr

      Selanjutnya mencari nilai dari Q2:

      Rumus Q1
      Q2 = √S² - P²

      Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
      S² = Daya Aktif dan target cos phi ( Daya aktif / target cos phi )
      P² = Daya semu ( kW )


      Contoh :
      Diketahui
      S = 750 kW / 0.96 = 781,25
      P = 750 kW
      Jawab

      Q2 = √S² - P²
      Q2 = √781,25² - 750²
      Q2 = √610.351,56 - 562.500
      Q2 = √47.851,56
      Q2 = 218,74 kVAr
      Terakhir mencari nilai dari Qc Kapasitor:

      Rumus Kapasitor Bank
      Qc = Q1 - Q2

      Qc = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )
      Q1 = Daya Reaktif Awal Mula ( Kvar )
      Q2 = Daya Reaktif yang dibutuhkan ( Kvar )

      Contoh :
      Diketahui
      Q1 = 1.854 kVAr
      Q2 = 218,56 kVAr
      Jawab

      Qc = Q1 - Q2
      Qc = 1.854 - 218,56
      Qc = 1.635 kVAr

      Dari contoh diatas yang diperlukan untuk sebuah panel kapasitor bank adalah 1,635 kVAr yang bisa menggunakan regulator 16 step dengan perstepnya menggunakan kapasitor berkapasitas 100 kVAr.

      Menghitung daya reaktif yang diperlukan

      1. Metode Sederhana
      Metode ini digunakan agar dengan cepat bisa menentukan Qc. Angka yang harus diingat :
      0.84 untuk setiap kW beban. Yaitu diambil dari :

      Perkiraan rata-rata faktor daya suatu instalasi : 0.65
      Faktor daya yang diinginkan : 0.95

      Maka dari tabel cos φ didapat angka : 0.84

      CONTOH:
      Untuk menghindari denda PLN suatu instalasi dengan beban 100 kW memerlukan daya reaktif (Qc)
      sebesar = 0.84 x 100 kW = 84 kvar

      2. Metode Kwitansi PLN
      Metode ini memerlukan data dari kwitansi PLN selama satu periode (misalnya 1 tahun). Kemudian
      data penghitungan diambil dari pembayaran denda kvarh yang tertinggi. Data lain yang diperlukan
      adalah jumlah waktu pemakaian.

      CONTOH:
      Suatu pabrik yang beroperasi 8 jam/hari, membayar denda pemakaian kvarh tertinggi pada tahun
      yang lalu untuk 63504 kvarh. Maka diperlukan capacitor bank dengan daya:

      Metode Kwitansi PLN

      3. Metode Cos φ
      Metode ini menggunakan tabel cos φ (lihat pada halaman berikut). Data yang diperlukan adalah: Daya Beban total dan faktor Daya (cos φ).

      CONTOH :
      Sebuah instalasi pabrik memiliki faktor daya : 0.70 untuk beban puncak 600 kW. Untuk meningkatkan faktor daya menjadi 0.93 diperlukan daya kapasitor sebesar :

      Didapat angka : 0.62
      Maka Daya Reaktif yang diperlukan = 0.62 x 600 kW = 372 kvar

      Jika tidak memiliki data untuk daya beban dapat juga dihitung menggunakan rumus:

      Daya Beban = V x I cos φ x √3 , dengan :
      V = Tegangan Jaringan/Instalasi
      I = Arus Jaringan/Instalasi
      Cos φ = Faktor Daya Jaringan/Instalasi


      Semoga bermanfaat jika ingin bertanya seilakan komentar jika ada salah dalam rumus bisa juga di kasih saran.

      Tetap semangat dan jangan lupa untuk like fans page, suscribe channel youtube juga..
      Baca selengkapnya »
      Pengertian, Prinsip Kerja, dan Fungsinya Relay Schneider

      Pengertian, Prinsip Kerja, dan Fungsinya Relay Schneider

      Prinsip Kerja Relay dan Fungsinya
      Relay adalah komponen Listrik berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik 220VAC/24VDC yang membentuk medan magnet.

      Prinsip Kerja Relay

      Pengertian Relay
      Skema Prinsip Kerja Relay
      Secara prinsip, Relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya.

      Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup.

      Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka dan cara kerja relay 4 kaki.

      Fungsi Relay

      Fungsi Relay
      Wiring Relay untuk Lampu Motor Utama

      Fungsi Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 5 ampere AC 220 V)

      Dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.5 ampere 12 Volt DC).

      Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.

      Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :
      • Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
      • Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
      Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda

      Yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbalik yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+).

      Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.

      Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:
      • Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu
      • Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu
      Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup

      Tetapi ketika relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak yang lain

      Seperti Pada Gambar Berikut :
      Prinsip Kerja Relay dan Fungsinya
      Wiring Relay

      Macam - macam Tipe Relay

      Jenis - jenis Relay
      Jenis - jenis Relay dipasaran


      Relay Juga Memiliki beberapa tegangan coil yang sesuai dengan kebutuhan sebagai berikut:
      1. 12VAC
      2. 12VDC
      3. 24VAC
      4. 24VDC
      5. 42VAC
      6. 42VDC
      7. 48VAC
      8. 48VDC
      9. 110VAC
      10. 220VAC
      Untuk yang sering digunakan dan menurut saya sendiri yang sering memakai Coil Relay yang bertegangan 24VDC dan 220VAC

      Karena standart saya suka bermain PLC dan untuk stock Schneider juga banyak untuk tipe tegangan yang saya rekomendasikan.

      Perlu dinginan untuk memilih Relay harus mengetahui kebutuhanya jangan sampai salah, kurang atau tidak sesaui dengan teganganya, berikut cara memilih Relay yang benar untuk Brand Schneider :
      • Apakah Tegangan yang anda gunakan ( 220VAC/24VDC )
      • Berapak Kontak yang anda pilih jika ingin 2 kontak pilih yang 2C/O jika ingin yang 4 kontak pilih 4C/O, Maksud dari C/O sendiri itu ada Common dan keluarnya adalah Kontak NO dan NC jadi commonya bisa di pilih tegangan apapun.
      • Kontaknya ingin kuat sampai berapa ampere ( 12,8,6 ) jika anda ingin menjalakan alat yang berat yang membutuhkan 8A maka pilih yang 12A... Tapi saya sarankan untuk menggunakan hanya 80% dari Maksimal Kekuatan Kontak Relay agar lebih awet.
      • Jika ingin simulasi relay tanpan menjalankan Coil Relay agar bisa Kontak maka Pilih Relay yang bisa di Force agar mudah untuk pengecekanya.
      • Jika Ingin ada Lednya saat menyala Coilnya maka pilih yang ada LED.

      Itu saja saran saya semoga bermanfaat untuk artikel ini.
      Baca selengkapnya »